Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona

GEDONGTATAAN, JPNews - Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona enggan berkomentar terkait salah satu Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) setempat, Rudi Iskandarsyah dianggap telah menyebarkan berita hoaxs dengan mengirimkan hasil tangkapan layar Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang tengah diwawancarai sejumlah awak media disalah satu group WhatApp.  

“Kalau urusan itu saya no comment,” kata Dendi, saat ditemui di kantor pemkab setempat, Rabu (3/6). 

Dendi mengatakan bahwa persoalan itu merupakan persoalan pribadi dan tidak adanya keterkaitan dengan pihaknya. Ia juga meminta agar masalah tersebut tidak disangkut pautkan dengan DRD setempat. 

“Karena itu bukan urusan saya, itu urusan pribadi dia, jangan bawa-bawa DRD,” ucap Dendi.  

Diberitakan sebelumnya, Rudi Iskandarsyah telah menyebarkan berita bohong dengan membagikan gambar dan informasi Puan Maharani di salah satu grup WhatsApp Berita Pesawaran.  

Konten tersebut dibagikan dengan judul ‘Jika Negara Ingin Maju dan Berkembang Pendidikan Agama Islam Harus Dihapuskan.'

Dari konten itu, muncul pula komentar yang bertuliskan 'dasar PKI' serta menyudutkan PDIP berideologi komunis.  

Bahkan akibat ulah Rudi Iskandarsyah yang juga kader Partai Golkar Pesawaran ini membuat DPC PDIP Pesawaran gerah. 

Sejumlah pihak meminta kepada pihak Kepolisian Daerah Lampung agar menindaklanjuti penyebaran hoaks tersebut dan dapat diproses secara hukum. 

Terpisah, Ketua DPD II Partai Golkar Pesawaran, Yusak, menyatakan bahwa apa yang diperbuat oleh Rudi Iskandarsyah itu merupakan perbuatan pribadi. Yusak juga mengatakan akan memberikan sanksi tegas lantaran telah mencoreng nama baik partai. 

“Kalau pun nanti persoalan ini masuk keranah hukum, dan kalau memang sudah tidak ada jalan keluar lagi persoalan ini kita serahkan ke pihak berwajib silahkan diproses,” kata Yusak, beberapa waktu yang lalu.  

Bahkan, pihaknya juga menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Rudi Iskandarsyah, apabila nantinya berurusan dengan pihak berwajib. 

“Untuk bantuan hukum pun sepertinya tidak akan kita lakukan karena ini persoalan pribadi silahkan saja kami berdoa saja semoga persolan ini segera ada jalan keluarnya,” tegasnya. 

(snd/ram/esa/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya