JPNews – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahap awal pembangunan jalur ganda (double track) kereta api dari Cigombong, Bogor ke Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengucurkan RP 175 miliar.

Diketahui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk proyek tersebut.

"Double track itu untuk memangkas waktu tempuh Jakarta-Sukabumi. Saat ini, waktu tempuh Jakarta-Sukabumi mencapai enam jam, kalau nanti sudah ada double track termasuk tol akan menjadi 3 jam," ujar Budi kepada awak media di sela-sela kunjungan ke lokasi pembangunan double track di Stasiun Cicurug, Rabu (4/4).

Menurut Budi, Tahap awal kita anggarkan Rp 174 miliar dari total RP 1 triliun. Dana itu untuk membangun dan melakukan engineering dari Cicurug-Cigombong. Sebab di lintasan ini merupakan daerah sangat terjal. Termasuk untuk cut and feel, karena ada lahan yang mencapai 11-12 meter.

Lebih lanjut Budi mengatakan, targetkannya, proses pembangunan double track itu akan rampung pada Desember 2018. Dengan begitu, diharapkan mampu memberikan pelayanan prima lewat moda transportasi angkutan darat kepada penduduk Bogor-Sukabumi yang mencapai 3 juta orang.

“Kalau Cigombong-Cicurug itu selesai, maka KA dari Bogor-Sukabumi yang sekarang tiga rangkaian, masing-masing rangkaiannya itu enam gerbong, nanti menjadi delapan gerbong. Agar jadi andalan moda transportasi. Tadi saya sempat tanya ke seorang penumpang KA. Katanya lebih cepat, aman. Makanya saya tekankan agar pembangunan (double track) tidak mundur pengerjaan pada Desember 2018. Dan akan diteruskan selama dua tahun sampai 2020,” terangnya.

Dijelaskannya, pengerjaan double track saat ini baru mencapai 10 persen. Salah satu kendalanya yakni penertiban di sekitar lokasi yang bakal dibangun untuk double track. Meski demikian, Budi memastikan warga yang tinggal di tanah negara yang terpakai untuk double track ini akan mendapatkan uang kerohiman. Hanya saja, Budi enggan merinci besaran uang kerohiman itu.

"Ini bukan pembebasan tapi ke penertiban. Kita memang ada uang kerohiman. Saya mengimbau kepada masyarakat boleh dapat kerohiman tapi ingat pemerintah uangnya terbatas dan ini untuk kepentingan umum bukan pribadi. Jadi take and give lah,” tandasnya.

Pantau di JP-News.id kunjungan Menhub di Stasiun Cicurug, Budi juga sempat mengobrol dengan sejumlah calon penumpang dan mengecek beberapa fasilitas, terutama kebersihan toiletnya. (drw/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya