Ketua Penggerak Milenial Indonesia, Adhia Muzaki

JAKARTA, JPNews - Dengan berjalan lancar dan sukses Operasi Ketupat 2020, Penggerak Milenial Indonesia apresiasi setinggi-tingginya atas sukses dan lancarnya Operasi Ketupat 2020.

Hal tersebut diungkapkan Adhia Muzaki selaku Ketua Penggerak Millenial Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/05)

Adhia Muzaki menuturkan dalam mensukseskan Operasi Ketupat 2020 yang berjalan sukses dan lancar ini bukti sinergitas merawat persatuan bangsa Indonesia dikalangan masyarakat walaupun ditengah Covid-19 ini agar tetap tenang dan menjaga kesehatan. 

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono, yang dimuat oleh salah satu media terkemuka di Indonesia, memastikan petugas akan memperketat penjagaan dan penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat dan moda transportasi yang ke luar kota selama masa pandemi virus corona (Covid-19)

Bila didapati warga atau pengendara yang tidak memenuhi syarat dalam mengajukan permohonan perjalanan sesuai syarat Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bakal diminta putar balik.

"Pemerintah secara tegas dalam keputusannya untuk dilarang mudik. Tapi ada beberapa kriteria yang dibolehkan untuk melakukan perjalanan dengan memenuhi persyaratan," kata Istiono pada keterangan tertulisnya.

"Kalau tidak lengkap (persyaratannya), akan diputarbalikkan, diulangi atau ditolak persyaratannya," lanjutnya.

Ia menambahkan, selain penumpang harus memenuhi persyaratan yang ditentukan, kendaraan beserta awaknya juga harus memenuhi standar operasional atau SOP kesehatan.

"Mari kita semua elemen memerangi Covid-19 di tanah air, kami apresiasi terhadap Polri, TNI, Tenaga medis, BNPB, dan semua yang membantu memutus mata rantai covid-19 sampai saat ini, namun dengan suasana batin kita berbeda". 

Lebih lanjut Adhia Di Hari Raya Idul Fitri berbenturan dengan wabah Covid-19 ini, namun tetap kita patuhi protokoler kesehatan yang di anjurkan pemerintah, yakni tidak mudik, stay at home, ibadah dirumah, selalu cuci tangan dan menggunakan masker," tambahnya. 

Menjaga persatuan dan kesatuan ditengah Covid-19 adalah suatu keniscayaan dalam melakukan perubahan dan perbaikan bangsa ini, maka sikap gotong royong, menjaga kondusifitas dalam semua elemen sebagai kunci keberhasilan dikalangan umat.

"Mari jadikan momentum yang fitri ini untuk saling maaf memaafkan agar senantiasi bersikap saling memahami kerukunan umat beragama dalam menjaga kebhinekaan negeri ini" pungkasnya. (Wil/Ram)

Komentar

Nusantara Lainnya