JPNews - Kunjungi Labkesda UPTD Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, kaget dengan kondisi memperihatinkan tidak layak pakai.

"Tempat ini (Labkesda) adalah satu-satunya tempat milik Kabupaten Bekasi untuk mengetahui apakah sample dari ODP atau PDP itu negatif atau positif  dari paparan virus Covid-19. Tapi sangat disayangkan dengan kondisinya," ujar Obon, Selasa (5/5).

Ditemui oleh Tenaga Medis yang bertugas, Obon mendapat penjelasan bahwa kondisi Labkesda saat ini hanya memiliki satu unit mesin atau alat pengecekan Polymerace Chain Reaction (PCR). Akibatnya satu pengecekan sample membutuhkan waktu selama 3-4 hari baru bisa diketahui hasilnya.

Dijelaskan, saat ini tim medis sudah kerja shift untuk mengejar target pengecekan dari semua sample yang masuk. Karena jumlahnya sample  meningkat maka harus menyesuaikan. "Sekarang tim medis hanya sanggup mengerjakan 30  sample dalam satu hari," ungkapnya.

Kepada Obon, para tenaga medis ini menyampaikan harapan agar dapat disuarakan penambahan Unit PCR dan Fasilitas pendukung bagi para Tenaga Medis yang bertugas. "Mohon kami di perhatikan secara serius agar tugas kami bisa berjalan lancar dan masyarakat dapat kami layani dengan baik," kata salah seorang tugas medis.

Disinggung Obon, tentang insentif dan lainnya seperti tambahan extra fooding atau supplement bagi tenaga medis yang bekerja, mereka hanya menjawab kalau memang dapat diupayakan mereja sangat bersyukur. Karena sampai hari ini tenaga medis belum pernah mendapat bantuan berubah suplemen gizi.

Dalam kesempatan ini Obon meberikan Sejumlah bingkisan yang ditujukan langsung bagi para tenaga medis yang bertugas berupa supplemen dan lainnya yang diterima oleh perwakilan UPTD.

Hal lain Obon, menegaskan bahwa kondisi ini tidak dapat dibiarkan. Sebab pandemi ini masalah yang sangat serius maka harus siap segala sesuatu. "Bekasi ini sangat luas dan jumlah penduduknya cukup padat, sangat ironis kalau laboratorium kesehatan kita yang hanya ada satu ini sangat memprihatinka. Kalau kondisinya seperti ini saya khawatir jumlah pasien akan terus bertambah. Dan tentu kita akan sulit atau lambat memetakan daerah mana yang menjadi zona merah atau zona aman dari paparan COVID-19," pungkasnya. (Fan/gie).

Komentar

Jabar Lainnya