TOP 0 Daerah

Tedi Zadmiko

JPNews-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko, memaparkan riwayat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial H yang meninggal dunia saat masih dilakukan oleh penanganan medis oleh petugas RSUD M. Tohir.

Tedi Zadmiko, melalui sambungan ponselnya, Kamis (23/4), mengatakan bahwa PDP berinisial H tersebut merupakan berprofesi tukang urut dan beberapa hari terakhir sempat ada pasien yang berobat dengannya yang merupakan perantau dari daerah Bekasi dan Tangerang. "Kemudian beliau (PDP-red) ada keluhan sakit. Oleh keluarganya sudah sempat diantar berobat ke dokter, tapi hasilnya beliau tidak sembuh," ungkap Tedi.

Tedi melanjutkan ketika penyakit yang dialaminya yakni batuk dan sesak nafas tidak kunjung sembuh dan mengarah ke semakin parah, maka keluarga korban mengambil langkah untuk membawanya ke RSUD M. Tohir. "Di RSUD M. Tohir langsung dilakukan penanganan medis oleh tim medis, mulai dari cek darah, rontgen, dan semua tindakan yang bisa dilakukan sudah dilakukan," lanjutnya.


Menurut Tedi, dari hasil pemeriksaan yang  dilakukan, ada indikasi beliau suspect COVID-19, karena beliau mengalami sesak nafas berat. "Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut langsung dilakukan isolasi di ruangan khusus yang sudah disiapkan dan diberikan penanganan lebih lanjut," terusnya.

Disamping itu, pihaknya langsung mengajukan rujukan ke RSUDAM Bandar Lampung, dimana mekanisme rujukan dilakukan secara online, sekitar Pukul 16.00 WIB, Rabu (22/4) sore dan langsung ditetapkan sebagai PDP. "Semua sudah kita siapkan, mulai dari ambulans khusus, APD tim yang akan membawa. Akan tetapi rujukan belum bisa dilakukan karena tim yang akan melakukan rujukan belum memiliki print persetujuan dari Bandar Lampung dan statusnya masih menunggu," imbuh Tedi.

Belum sempat persetujuan tersebut keluar dan tim masih menunggu, PDP tersebut meninggal dunia, Rabu (22/3) Pukul 22.39 WIB. "Karena ketika beliau meninggal saat sudah berstatus PDP, maka pemakamannya harus dilakukan berdasarkan protokol COVID-19. Pemakamannya juga langsung dilakukan pada saat itu juga dan selesai Pukul 04.00 WIB subuh tadi," paparnya.

Masih kata Tedi, PDP yang meninggal dunia tersebut belum dinyatakan positif COVID-19, karena belum sempat dilakukan swab yang harus dilakukan di Bandar Lampung dan lab di Jakarta.

Sementara itu, terkait tim yang melakukan pemakaman langsung dilakukan penyemprotan desinfektan, mandi, dan APD yang digunakan juga langsung dimusnahkan menggunakan IPAL RSUD M. Tohir. "Untuk tim medis yang sebelumnya merawat PDP tersebut yang otomatis sudah melakukan kontak fisik, kendati sudah menggunakan APD lengkap langsung dilakukan karantina yang berlokasi di Cottage Labuhanjukung," ujar Tedi lebih lanjut.

"Dan saat ini kita juga sedang menyiapkan satu rumah besar sebagai lokasi karantina atau isolasi terhadap tenaga medis, kalaupun nanti jumlah tenaga medis yang harus dikarantina terus meningkat," ucap Tedi.

Tedi mengimbau agar warga tidak melakukan tindakan negatif seperti penolakan baik terhadap PDP yang meninggal dunia maupun petugas medis yang dikarantina, selama tidak melakukan kontak fisik langsung. "Kalaupun sudah sempat melakukan kontak fisik langsung silahkan melakukan isolasi mandiri atau datang ke RSUD M. Tohir untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tandasnya.



Tedi juga menyampaikan harapan besarnya kepada masyarakat Pesibar yang saat ini masih berada di perantauan untuk tidak melakukan mudik. "Dan kalaupun terpaksa harus mudik, agar secara sadar memberikan data secara jujur kepada pemerintahan pekon, melakukan isolasi di rumahnya masing-masing. Artinya benar-benar tidak keluar rumah, tidak melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga lainnya, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, benar-benar menerapkan PHBS," tukasnya.

Tedi juga mengaku identitas orang yang baru mudik dari Bekasi dan pernah urut dengan almarhum yang berstatus PDP tersebut yelah dikantingi pihaknya. Dan pihaknya sudah melakukan tracking.

"Saat ini orang tersebut sudah dilakukan isolasi mandiri," tutup Tedi tanpa menyebut identitas pemudik asal Bekasi itu. (ers)

Komentar

Daerah Lainnya