TOP 0 Ekonomi

Muslimin

JPNews - Seorang pensiunan guru di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Muslimin, mempertanyakan uang sejumlah Rp1 juta rupiah yang sejatinya diterima para guru setelah masa pensiun.
 
Namun, hingga kini ia menyebut belum juga menerima dana yang disebut Muslim merupakan dana iuran selama menjadi guru itu.
 
Dia mengaku heran, sebabnya rekan-rekan sesama guru yang telah memasuki masa pensiun mendapatkan uang sejumlah Rp1 juta.
 
Cilakanya, dana yang sejatinya menjadi haknya itu, dikhabarkan dihibahkan pengelola, KORPRI, tanpa sepengetahuannya.
 
"Teman saya sama-sama pensiun dapat Rp1 juta, dana itu dikelola KORPRI Kabupaten Pesawaran. Tapi saat saya ke KORPRI mereka bilang dana itu sudah dihibahkan ke acara sunatan massal Pemkab," terangnya, Selasa (21/4).
 
Ditambahkan, dirinya mendapat informasi terkait dana miliknya yang dihibahkan langsung dari Kepala Sekretariat Korpri Pesawaran, M Yusuf saat dia bersama seorang rekannya hendak mengurus persyaratan pencairan dana.
 
"Saya dengan Pak Martoyo ke Korpri mempertanyakan hal itu, namun dia (M Yusuf-red) mengatakan bahwa dana saya yang Rp1 juta sudah dialihkan buat sunatan massal, dan dia bilang kegiatan tinggal nunggu tanda tangan bupati, ini ada surat keputusannya," lanjut Muslimin.
 
"Yang jadi masalah teman-teman saya yang lain kok dapat sedangkan saya bisa dialihkan, itu yang saya heran," sambungnya.
 
Lain halnya dengan seorang pensiunan guru lain yang telah mendapatkan dana iuran selama menjadi guru, Suhardi, mengaku mendapatkan dana tersebut setelah mengurus persyaratan di sekretariat KORPRI dan dicairkan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pesawaran.
 
"Saya pensiun Agustus 2018 lalu saya urus, keluar itu pak cuma Rp 1 juta, ngurus di Korpri yang mencairkan dinas pendidikan, ada juga kawan saya, Eni juga dapat Rp1 juta," tukasnya.
 
Sedangkan kata dia, dirinya kurang memahami penyebab dana Muslimin bisa dialihkan ke kegiatan lain.
 
 
"Kalau yang punya Pak Muslimin saya tidak tahu, yang jelas saya dengan Eni ngurus sudah cair, kalau katanya dipakai buat sunatan massal ya tidak masuk akal pak," tuturnya.
 
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekretariat Korpri Pesawaran, M Yusuf berkilah bahwa dana milik Muslimin tidak bisa dicairkan terkait peraturan baru.
 
"Itu tidak bisa cair karena ada perubahan, semua rapat untuk kegiatan bakti sosial dan sudah disetujui, yang cair itu sebelum adanya perubahan," ungkapnya.
 
"Uangnya utuh di BRI, saya kan baru di sini, kalau yang lain kan pengurus yang lama, urusan dia orang saya gak tau," kilahnya. (ran/ram)

 

Komentar

Ekonomi Lainnya