JPNews – Pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia menjadi perhatian serius baik bagi Pemerintah Pusat, dalam rangka mendukung Pemerintah mempercepat pencegahan dan penanganan Virus Corona (Covid-19) di wilayah Sukabumi. Mahasiswa STIE PGRI  Kota Sukabumi terjun langsung ke masyarakat memberikan edukasi seputar penanganan Covid-19 kepada para ketua RT, di RW 03, dan jajaran DKM, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mahasiswa STIE PGRI yang tergabung di kelompok III, jurusan Akuntansi dan Manajemen, semester VIII dalam program  Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Mereka membagikan wastafel umum yang dilengkapi dengan torn yang bisa digunakan masyarakat sebagai sarana mencuci tangan di halaman Masjid dan balai RW.

Ketua kelompok III, Inra Lesmana Derajat mengatakan, momen KKN ditengah kondisi pandemi ini, kelompoknya bergerak membantu Pemerintah dengan memberikan edukasi ke masyarakat agar mentaati aturan dan imbauan dari pemerintah, serta mengajak masyarakat berperilaku laku hidup sehat dan bersih.

"Makanya kami juga memberikan bantuan wastafel lengkap dengan torn yang bisa digunakan masyarakat untuk mencuci tangan," kata Inra, Rabu (8/4).

Lanjutnya, kegiatan juga dilakukan dengan cara memasang beberapa spanduk tentang Germas (Gerakan masyarakat sehat), untuk mengingatkan masyarakat agar paham dan mengerti apa saja yang harus dilakukan salah satu upaya juga agar terhindar dari wabah Covid-19.

"Alhamdulillah warga antusias sekali pada saat kami melaksanakan KKN yang berhubungan dengan Covid-19. Apalagi baksos yang kami berikan diterima oleh masyarakat dengan baik," ungkapnya.

Menurutnya, saat menjalankan program KKN,  kami bersama memperhatikan imbauan dari pemerintah maupun maklumat dari Kapolri, untuk tidak mengumpulkan masa. Maka dari itu, pada saat memberikan edukasi maupun baksos hanya dengan perwakilan pengurus RW 03 dan jajaran DKM Masjid setempat.

"Kegiatan baksos dan edukasi hanya dengan beberapa orang saja, kami juga tidak mengumpulkan masa pada saat menyampaikan edukasi tentang Germas dan Covid-19 cukup ketua RT dan DKM secara bergiliran," terangnya.

Disamping itu, Inra menambahkan, sudah satu bulan berada di lokasi KKN, kita melakukan kegiatan yang efektif tidak menetap, namun pulang-pergi setiap harinya. Para mahasiswa itu juga memperhatikan kondisi Desa itu, dimana pada malam hari masih kekurangan lampu penerangan jalan.

"Kami juga memasangi lampu penerangan jalan untuk beberapa titik, yang selama ini kurang, agar warga nyaman pada saat melintas di malam hari," pungkasnya. (gio)

Komentar

Jabar Lainnya