Foto: Istimewa

JPNews - Proses pemakaman jenazah positif corona virus dissaese (Covid-19) di Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Sy (72) rampung sudah dan dipastikan sesuai standar oprasional prosedur (SOP) dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Alhamdulillah (proses pemakaman, Red) sudah pak baru selesai," ujar Kapolsek Belalau, Kompol Suharjono saat menjawab pertanyaan JPNews terkait proses pemakaman Sy, via WhatsApp, Sabtu (4/4) sekitar pukul 19.01 WIB.

Diketahui, jenazah Sy tiba sekitar pukul 18:00 WIB.

Salah satu warga Kelurahan Sekincau, Agus, mengatakan, bahwa mobil ambulace yang membawa jenazah covid-19 telah melintasi Simpang Waspada, Kelurahan Sekincau.

"Setengah jam yang lalu mobil jenazah melintas di simpang," katanya.

Menurutnya, mobil langsung menuju area tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Srigaluh, Kelurahan Sekincau.

Sementara Camat Sekincau, Agus Setiawan mengatakan bahwa proses pemakaman telah dilakukan oleh petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Pemakaman berjalan dengan lancar. Dimana, keluarga dan masyarakat termasuk dirinya, menyaksikan dari kejauhan.

"Oh ya sudah dari jam 6-an (18, red) mobil pembawa jenazah sampai ke TPU," katanya via Whats App, Sabtu (4/4).

Menurutnya, proses pemakaman kurang lebih selama 30 menit. Dimana, terdapat 10 petugas yang diterjunkan.

"Jam 18:30 pemakaman sudah selesai, Sekitar 30-an menit dengan persiapan tim," katanya.

Ia memastikan proses pemakamn jenazah yang terpapar Covid-19 itu seduai SOP WHO.

Dimana dalam pemakaman tidak melibatkan keluarga dan masyarakat melaikan hanya petugas dengan menggunakan alat pelindung diri APD lengkap.

"Pemakaman menggunakan protp pemerintah. Semua pemerintah yang melaksanakan pemakaman. Gak boleh ada masyarakat," katanya.

Dikatakan Agus, keterlibatan warga sekincau hanya sebatas melakukan penggalian liang kubur. Dimana, proses tersebut sudah selesai dilakukan siang tadi.

"Tadi sempet nanya, keterlibatan masyarakat dalam pemakaman sampai mana. Hanya boleh membatu penggalian tapi tidak diboleh melakukan pemakaman," ujarnya. (dri)

Komentar

Lampung Lainnya