JPNews - Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengakui terjadi lonjakan pemudik masuk ke kabupaten itu. Bahkan, polisi perda itu memantau peningkatan pemudik hingga ratusan dalam sehari.

Hal itu dikatakan, Plt. Kasat Pol-PP) Lambar, Haiza Rinsa bedasarkan hasil monitoring yang dilakukan pihaknya ke empat posko pemantauan.

Antaranya, Posko Kecamatan Sumber Jaya yang merupakan pintu masuk dari Kabupaten Lampung Utara. Selanjutnya, Posko di Kecamatan Suoh yang menjaga perbatasan dengan Kabupaten Tanggamus, Posko di Kacematan Balik Bukit menjaga perbatasan dengan Kabupaten Pesisir Barat dan Posko di Kecamatan Sukau menjaga perbatasan dengan Kabupaten Ogan Kemering Ulu Selatan (Okus) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

"Tindak lanjut dari hasil pemantau Sat Pol-PP ke empat posko perbatasan di Lampung Barat terlihat lonjakan pemudik," kata Plt Kasat Pol-PP Lambar, Haiza Rinsa melalui pesan Whats App, Sabtu (4/4).

Dikatakan Haiza, lonjakan pemudik didominasi dari pulau jawa. Antaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta beberapa daerah lain.

Menurut Haiza, lonjakan pemudik dikarenakan banyaknya pemberhentian sementara hubungan kerja di perusahaan serta diliburkannya aktifitas belajar mengajar karena corona virus dissaese (Covid-19).

Masih dikatakan Haiza, sebagai bentuk upaya pencegahan dari penyebaran covid 19 pemudik yang masuk ke Lambar seluruhnya dilakukan pendataan. 

Selain itu, himbauan untuk melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing selama 14 hari ke depan.

Namun bila selama melakukan karantina ditemukan gejala Covid, yakni mengalami demam di atas 38 drajat, batuk pilek dan sesak napas dianjurkan untuk segera melapor baik kepada aparat pekon dan Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Sesuai perintah Bupati Lambar, Parosil Mabsus sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Lambar, agar Peratin (Kepala Desa), Puskesmas untuk mendata dan memantau masyarakat yang baru tiba," katanya. (dri)

Komentar

Lampung Lainnya