JPNews – Satu orang warga Kota Sukabumi terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. Kabar itu diumumkan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, saat menggelar jumpa pers, Fahmi didampingi Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada dan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih, Rabu (1/4) malam.

Fahmi menyampaikan, bahwa dari data yang kami terima hari ini, ada satu orang pasien dari hasil test swab telah dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Kenapa ini masuk dalam pendataan kami, yang pertama, identitas yang bersangkutan beralamat di wilayah Kota Sukabumi. Meskipun yang bersangkutan sudah sekitar tiga tahun, tidak tinggal di wilayah Kota Sukabumi.

“Tetapi karena data kependudukannyamasih di wilayah Kota sukabumi tetap tercatatkan di wilayah Kota Sukabumi. Jadi itu yang bisa saya sampaikan agar diketahui dan tidak timbul kesalahpahaman,” tutur Fahmi.

Lanjutnya, pasien tersebut, kondisinya saat ini sehat, dan sudah dirawat di ruang isolasi RSUD R Syamsudin SH mendapatkan penanganan yang sangat serius dari Kota Sukabumi.

"Yang bersangkutan sehat, kini dirawat di ruang isolasi dan mendapatkan penanganan. Tidak mengunakan alat bantu karena yang bersangkutan sehat,” ungkapnya.

“Riwayatnya saya tidak bisa menyampaikan. Yang jelas masuk dalam kondisi demam kemudian dilakukan tracking dan hasil swabnya demikian," tambahnya.

Baca juga: Soal Kota Sukabumi Tertinggi Positif Corona, Fahmi: Warga Tetap Tenang, Tidak Gaduh dengan Pemberitaan atau Rumor yang Beredar

Fahmi menambahkan, pasien positif ini masih bersangkut dengan positif Corona di salah satu institusi kenegaraan yang berada di wilayah Kota Sukabumi. Sebagaimana sudah disampaikan kepada teman-teman media, bahwa Kota sukabumi ada klaster tersendiri, salahsatunya klaster yang ada di wilayah Kota Sukabumi tersebut.

“Jadi untuk penanganannya  pun diserahkan langsung kepada klaster tersebut. Termasuk juga informasi-informasi yang lainnya juga, berhubungan langsung dengan klaster tersebut,” imbuhnya.  

“Saya ingin sampaikan sekali lagi ya, bahwa pasien tersebut sudah tiga tahun tidak tinggal di Kota Sukabumi, tetapi di wilayah lainnya. Hanya karena belum dirubah kartu tanda penduduknya dengan sangat terpaksa tetap dicatatkan sebagai data Kota Sukabumi,” pungkasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya