TOP 0 Liifestyle

Dadang Erlangga

SEMARAK Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020, rasanya bakal ambyar. Bakal calon kepala daerah (cakada) di Indonesia termasuk Bupati Lampung Selatan (Lamsel) saat ini dilanda kegalauan mendalam. 

Betapa tidak, di tengah penantian rekomendasi partai politik, kini dunia sedang cemas dengan merebaknya wabah  virus korona atau Covid-19.

Semua elemen bangsa sibuk mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah yang tengah menggemparkan dunia kesehatan ini. Bahkan pemerintah pusat pun telah menyatakan pembatasan sosial (distance social atau phisycal social).

Kehadiran Covid-19 sebagai tamu tak  diundang yang berasal dari Wuhan, Cina  ini melupakan adanya pesta demokrasi lima tahunan yang telah ditetapkan, yaitu Pilkada Serentak se-Indonesia.

Kegalauan para bakal calon kepala daerah dan wakilnya sangatlah wajar mengingat saat ini mereka belum mengantongi "surat sakti" alias rekomendasi partai politik terlebih lagi jika waktu pembatasan sosial diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Penantian bakal calon kepala daerah kian panjang tampaknya. Namun apa hendak dikata?

Apalagi berburu rekomendasi partai politik tak semudah membalikkan telapak tangan demikian halnya dengan menangantisipasi wabah Covid -19. Tentunya menyita waktu, tenaga, pikiran, dan isi kantong.

Covid-19 merupakan virus mematikan yang tak kenal muda, tenaga kesehata maupun tokoh besar. Demikian pula dengan pilkada, mengandung "virus" yang dapat membuat warga menderita dalam kurun lima tahun kemudian.

Bukankah selama ini banyak kepala daerah dan wakilnya lupa janji politiknya?. Dan mengapa hal itu terjadi?. 

Satu di antaranya lantaran biaya politik yang begitu tinggi termasuk untuk mendapatkan rekomendasi partai politik dan rakyat pun tidak mau memilih jika tidak diiming-imingi nominal.

Penyebaran dan dampak Covid -19 sekira 14 hari, sedangkan pengaruh "virus" politik sekira 1.800 hari atau 60 bulan (lima tahun).

Dapat dibayangkan betapa kecilnya nominal yang diterima jika dibagi dengan jumlah hari. Namun toh rakyat masih ngotot mengambil pilihan tersebut. Berpikir pendek dan instan.

Lantas siapa yang harus menanggulangi virus politik tersebut? Semua elemen bangsa tidak terkecuali seperti halnya mengantisipasi Covid-19 yang saat ini tengah membumi di seluruh belahan dunia. (*)


* Penulis adalah Jurnalis JP-News.id Biro Lampung Selatan, Dadang Erlangga.

Komentar

Liifestyle Lainnya