Kepala Dinas DPMD Bekasi Ida Farida

JPNews - Ajang pesta demokrasi pemilihan calon kepala desa (Calkades) 2020 yang akan di helat apada 19 April mendatang, sampai dengan hari ini, Jumat (20/3) sudah dalam tahapan pengambilan nomor urut di tiap Desa masing-masing.

Seperti diketahui, ajang bergengsi tingkat desa ini di ikuti 16 desa dari 11 kecamatan di kabupaten Bekasi.

Namun demikian, ada salah balon kades dari Desa Telajung mengundurkan diri dari ajang calkades tersebut. Meskipun akan dilakukan agenda penetapan dan pengundian nomor urut calkades pada hari ini, Jumat (20/3) di desanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Ida Farida mengatakan, mundurnya bakal calon (balon) kepala desa (kades) tidak di kenakan denda oleh panititia calkades.

“Kan mereka (balon kades) sudah membuat surat pernyataan di tandatangani lalu di serahkan ke panitia tingkat desa. Dan tidak ada dendaan, karena peraturannya seperti itu. Jadi kalau memang atas keinginan sendiri dia mengundurkan diri karena itu regulasinya,” kata Ida kepada JPNews, Jumat (20/3).

Lanjutnya, Kalau untuk tingkat desa yang mengaturnya panitia desa. Jadi, kata ida, keberadaan DPMD hanya mempasilitasi proses pilkades tersebut, mulai dari persiapan pembentukan panitia dan yang lain-lainnya.

“Karena kepanitiaan proses pemililhan kepala desa ada di desa. Jika lebih dari 5 bakal calon akan di lakukan proses seleksi tingkat kabupaten. Itupun kewenangannya mutlak ada di independen,” pungkasnya. (Adv)

Komentar

Jabar Lainnya