Peserta Sosialisasi penundaan Pilkades yang digelar oleh DPMD Kabupaten Bekasi, Senin (23/3).

JPNews - Dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 membuat seluruh program kerja di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, terpaksa ditunda. 

Satu di antaranya, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2020 yang diikuti 16 desa dari 11 kecamatan resmi ditunda oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi.

Penundaan yang sedianya digelar 14 April 2020 ini diumumkan langsung Bupati Eka Supria Atmaja saat Agenda Pengarahan Calon Kepala Desa (Calkades) Pilkades di Gedung Swatantra WibawaMukti, Senin (23/3).

Acara tersebut, turut di hadir unsur Forkopimda seperti Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, Dandim05/09 Bekasi Letkol Inf Ferry Shandy Sitompul, Koordinator Camat, para Danramil, para Kapolsek, Panitia Pilkades dan calon kepala desa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eka secara lugas menegaskan bahwa saat ini kasus Covid-9 yaitu wabah kasus dari Cina sudah sampai ke wilayah Bekasi. 

”Di Kabupaten Bekasi ini sudah 14 orang yang positif covid-19. Tentu saat ni angka yang cukup besar,” kata dia

Untuk meminimalisir terjadinya penyebaran visus tersebut, Eka meminta kepada calon kepala Desa untuk tidak mengerahkan massa atau mobilisasi massa dalam kegiatan pilkades 2020. Bahkan, Forkompimda mengeluarkan 6 arahan kepada calon kepala desa.

"Yang pertama, pelaksanaan pilkades 2020 diundur dalam batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Seluruh tahapan-tahapan pilkades yang sudah dilaksanakan sah, pelaksanaan lebih mementingkan keamanan dan keselamatanmasyarakat dari wabah covid-19, sehingga tidak ada lagi kampanye terbuka dan pengerahan masa," jelas dia.

Selanjutnya, para Calkades agar melakukan kampanye simpatik melalui medsos maupun surat kabar wawar/woro-woro atau istilah lainnya. Hal itu dalam rangka penanggulangan meluasnya penyebaran covid-19, dalam setiap pelaksanaannya para calkades didampingi aparat keamanan tanpa membawa massa dan pendamping maupun tim sukses. 

"Dan yang terakhir, siapapun yang melakukan aksi provokator dalam pelaksanaan kampanye simpatik, maka konsekuensinya akan ditindak dan diperiksa oleh aparat keamanan," tukas Eka.

Sementara itu, Kepala DPMD Ida Farida menambahkan pihaknya mengikuti arahan Bupati Eka Supria Atmaja untuk menunda konstestasi Pilkades 2020.

"Ini seiring dengan arahan Pak Bupati untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Maka pelaksaan Pilkades 2020 ditunda,"  kata dia.

Ida mengakui pelaksanaannya akan dijadwalkan kembali setelah wabah Covid-19 mereda. "Ini bentuknya antisipasi ya. Minta doanya, semoga saja bisa cepat kita lalui agar Pilkades dan aktivitas lain bisa berjalan seperti biasa," tandasnya. (Adv)

Komentar

Jabar Lainnya