JPNews - Guyuran hujan yang terjadi semalaman pada Selasa (24/3) kemarin menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau. Pasalnya, masyarakat khawatir jika hujan kembali terjadi maka air luapan Sungai Way Lipang akan kembali naik ke permukiman warga. 

 "Semalam itu hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dengan durasi yang lama, hasilnya beberapa ruas jalan di Desa Tanjung Rejo terendam banjir, bahkan sampai dengan pagi belum juga surut," kata salah seorang warga sekitar, Rudi Sapari, Rabu (25/3). 

Rudi mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Tanjung Rejo sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu, ia menduga banjir tersebut berasal dari luapan Sungai Way Lipang yang berada tidak jauh dari desa tersebut. 

 "Kalau sering banjir memang sudah dari dua tahun yang lalu, jadi setiap hujan agak deres pasti banjir. Di sekitar sini memang ada sungai, nah jadi sungai itulah yang sering meluap, kalau ada hujan, " kata dia. 

Rudi juga menambahkan akibat meluapnya aliran sungai Way Lipang, juga mengakibatkan jalan penghubung dua desa  putus.

"Akibat derasnya aliran sungai Way Lipang, jalan dua desa antara desa Tanjung Rejo dan desa Kertasana putus, gorong-gorong jebol karena tidak dapat menampung derasnya air," tambahnya.  

Dikatakannya, jika sungai Way Lipang memang membutuhkan normalisasi, namun hingga kini belum ada langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk melakukan normalisasi tersebut. Sejauh ini, langkah antisipasi hanya dilakukan masyarakat sekitar dengan cara seadanya. 

"Pemkab Pesawaran pernah ninjau aliran ini di tahun 2019 lalu, kami sudah sampaikan waktu itu minta normalisasi, tapi sampai sekarang belum juga diwujudkan," bebernya. 

"Untuk saat ini masyarakat cuma bisa melakukan upaya seadanya, ya paling gotong royong sedikit-sedikit buat ngurangin aja, ya mudah-mudahan Pemkab Pesawaran bisa langsung mengambil langkah untuk perbaikan dan bukan janji-janji saja," tutupnya. (Snd/Ram)

Komentar

Lampung Lainnya