TOP 0 News Indepth

Direktur RSUD Alimudin Umar Lambar, dr. Widyatmoko Kurniawan

JPNews - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimudin Umar (AU) Lampung Barat (Lambar) belum memiliki alat  rapid test kit yang bisa mendeteksi kondisi pasien dalam keadaan negatif atau positif virus corona jenis baru (Covid-19).

Sebab, Direktur RSUD Alimudin Umar Lambar, dr. Widyatmoko Kurniawan saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (21/3) mengatakan,  sampai saat ini baru empat rumah sakit yang menjadi rujukan covid-19 di Lampung. 

Itupun, belum sepenuhnya dapat melakukan pengecekan dan mengeluarkan hasil secara mandiri. 

Dengan kata lain, lanjut dr yang akrab disapa dr Wawan itu, tes swab pasien dikirim ke Jakarta terlebih dahulu untuk mengetahui hasilnya.

Ditanya mengenai persiapan yang dimiliki RSUD Alimudin Umar menangani covid-19, dr. Wawan mengatakan, pihaknya telah menyediakan ruangan khusus untuk penanganan covid-19. Sedikitnya empat ruangan dijadikan ruangan khusus penanganan covid-19.

"Baru empat kamar yang kita sediakan untuk penanganan covid, tetapi bila dibutuhkan dapat mengunakan ruangan sebagai penambahan," katanya.

BACA JUGA: RSUD Alimudin Umar Rawat 1 Pasien ODP Covid-19, Ini Keterangan Resmi Direktur Wawan

Rawat satu Pasien Berstatus ODP

Direktur RSUD Alimudin Umar dr Wawan menegaskan status satu pasien yang dirawat adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Pasien rujukan Puskesmas Kebun Tebu yang dirawat bersetatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena memiliki kejala demam diatas 30 drajat selcius dan batuk pilek," kata dr. Wawan.

Menurutnya, pihaknya masih melihat perkembangan dari pasien.

"Kami belum bisa melakukan pengecekan, karena tidak ada alat. Yang sudah ada di empat rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, itupun dengan melakukan tes yang dikirim ke pusat," katanya.

Untuk penanganan pasien yang saat ini dirawat, lanjut dr. Wawan, pihaknya telah menugaskan tenaga medis khusus. Dalam arti, tenaga medis yang hanya fokus pada pemeriksaan pasien ODP Covid-19. 

"Ya kalau sudah ada pasiennya khusus disitu, ada dua tenaga medis setiap sipnya untuk penanganan pasien yang saat ini dirawat," katanya. (dri)

Komentar

News Indepth Lainnya