JPNews  - Kasus hilangnya uang 3,9 miliar PDAM Tirta Tarum Karawang dari awal penyelidikan Februari 2019 lalu hingga sekarang belum ada kepastian hukum oleh Polres Karawang.

Meski penyidik sudah memanggil dan meminta keterangan dari mantan direktur utama serta bendahara PDAM Tirta Tarum, namun sudah satu tahun lebih penanganan kasusnya belum ada kejelasan. Yaitu dari sejak kepemimpinan Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya,  AKBP Nuredy Irwansyah Putra, sampai kepemimpinan Kapolres saat ini, AKBP Arif Rachman Arifin.

Pada 19 Februari 2019 lalu, Praktisi Hukum Karawang  Asep Agustian sempat menyindir, jika Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra akan malu, jika penanganan kasus hilangnya uang 3,9 miliar PDAM Tirta Tarum tidak tuntas.

Bahkan beberapa lembaga pemantau Tipikor Karawang seperti LSM Kompak Reformasi sempat melaporkan kasus hilangnya 3,9 miliar uang PDAM Tirta Tarum ke Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Mabes Polri pada 4 Maret 2019.

Diketahui,  penanganan kasus 3,9 miliar PDAM Tirta Tarum ini kembali mendapatkan nafas segar, setelah Kasubag PDAM Tirta Tarum Novi Farida melalui kuasa hukumnya Supriyadi membeberkan 25 nama oknum penikmat uang haram PDAM Tirta Tarum pada 20 Juni 2019 ke penyidik Polres Karawang.

Terlebih sejak 10 Juli 2019, Bupati Karawang, dr Cellica Nurrachadiana yang sempat mendapatkan surat hasil audit keuangan PDAM Tirta Tarum dari Direktur Utama M Soleh sudah mempersilahkan kepada Polres Karawang untuk menangani kasusnya.

Saat kembali dikonfirmasi para awak media Kamis (5/3/2020), Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan terkesan masih enggan banyak berkomentar kepada awak media, dengan alasan penanganan kasus 3,9 miliar PDAM mesti ekstra hati-hati.

Ia hanya menegaskan bahwa penyidik Polres Karawang sudah mendapatkan bocoran beberapa nama oknum penikmat aliran dana PDAM Tirta Tarum.

“Bocoran sudah ada... sudah ada. Nanti prosesnya akan kita kasih tahu,” tutur AKP Bimantoro Kurniawan saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).

“Berapa nama calon tersangka Ndan?,” tanya awak media.

“Nanti... nanti,” kembali singkat AKP Bimantoro Kurniawan.

“Dalam proses... dalam proses... dalam proses. Nanti kalau kita panggil juga akan tahu,” timpalnya.

Disinggung berapa lama waktu yang dibutuhkan penyidik sampai dengan adanya penetapan tersangka, AKP Bimantoro kembali tidak menjawab pertanyaan wartawan dengan tegas.

“Ya, dalam waktu dekat... dalam waktu dekat sudah ada progres,” tandasnya. (Gie/Fan)

Komentar

Jabar Lainnya