TOP 0 Daerah

Ketua Komisi I DPRD Pesawaran Yusak (kanan) bersama dengan beberapa anggota DPRD lainnya saat melakukan peninjauan bangunan Sutet yang diduga tidak memiliki izin

JPNews - Mendapat laporan dari masyarakat terkait pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) milik PLN di Desa Way Layap, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang diduga tak kantong izin, Ketua Komisi I DPRD setempat minta pembangunan diberhentikan.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Pesawaran, Yusak, dalam pembangunan apapun harus ada prosedur yang dijalani, misalnya seperti sudah mengantongi izin bangunan, dan lainnya. 

"Dapat laporan dari masyarakat, kita langsung turun cek lokasi pembangunan, apabila izinnya belum dikantongi maka kami minta untuk dihentikan kegiatan lokasi sampai perizinannya selesai dan pembangunan dapat dilanjutkan kembali," tutur dia, Rabu (4/3).

Dijelaskan dia, dalam pembangunan Sutet ini, harus ada beberapa stakeholder terkait yang memberi rekomendasi perizinannya.

Seperti Dinas Perizinan, Dinas Perumahan dan Pemukiman terkait izin mendirikan bangunan (IMB), Dinas Pertanian terkait alih Fungsi Lahan, yang mana lokasi itu adalah sawah yang beralih fungsi, Dinas Lingkungan Hidup, dimana ada limbah yang dihasilkan dalam pembangunan itu. 

"Jadi berdasarkan informasi masyarakat ini, langkah pertama, kami dari Komisi 1 DPRD Pesawaran akan memanggil Dinas terkait agar bisa menuntaskan permasalahan itu, jika memang izinnya tidak ada, maka akan segera kita lakukan pemberhentian pekerjaan, lantaran tidak sesuai dengan ketentuan yang ada," ucap dia. 

Dijelaskan dia, DPRD tak ingin pembangunan berjalan sedangkan izin tak ada, dan pada intinya, DPRD ingin peraturan yang ada ditegakkan. 

"Yang jelas kami tidak akan pernah menghambat investasi atau pembangunan, tapi intinya, kita ingin peraturan ditegakkan, agar pekerjaan apapun yang ada di Bumi Andan Jejama, bisa berjalan baik sesuai harapan, tidak asal main tumbur aturan, kalau bukan kita yang menegakkan aturan siapa lagi," tutur dia. (Snd/Ram)

Komentar

Daerah Lainnya