Puskesmas Rawat Inap Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran

 JPNews - Puskesmas Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengajak masyarakat belajar jurus handal tangani penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Kepala Puskesmas Rawat Inap Gedongtataan dr. Imelda Carolina menuturkan, pihak Puskesmas sudah melakukan sosialisasi sejak 2019 lalu, dimana satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). 

"Jika musim penghujan tiba, banyak terdapat genangan air, dan itu menjadi salah satu sarana nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak, dan hal itu harus ditangani dengan baik, dengan pola hidup bersih, dan melaksanakan 3 M (Menutup, Menguras dan mengubur) lokasi atau tempat yang berpotensi menjadi genangan air," terang dia saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Selasa (25/2). 

Kemudian, lanjut dia, setiap rumah mempunyai satu pemantau jentik (pemantik) yang bertugas memeriksa kondisi rumah yang berpotensi menjadi tempat pengeluaran nyamuk. 

"Jadi kami minta, setiap anggota keluarga dapat menjadi Jumantik di rumahnya masing masing, dan juga dapat meluangkan waktu 5-10 menit untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sepekan satu kali untuk rumahnya terlebih dahululah, jika kegiatan seperti ini dilaksanakan dengan baik, mudah-mudahan, angka DBD bisa ditekan," ucap dia. 

Dilanjutkan dia, saat ini mindset masyarakat terkait penanganan DBD harus dengan Fogging, yang mana masyarakat mengganggap itu (Fogging) adalah cara yang paling tepat untuk memberantas sekaligus mencegah munculnya penyakit di tengah masyarakat di musim hujan. Padahal, lanjut dia, fogging bukanlah solusi yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan DBD yang selalu datang ketika musim penghujan tiba.

"Selama ini masyarakat beranggapan jika fogging atau pengasapan merupakan cara terbaik untuk memberantas penyakit demam berdarah. Setiap ada kasus DBD, masyarakat selalu minta fogging dan jika sudah difogging, mereka merasa aman dari serangan penyakit DBD," jelasnya.

"Padahalkan fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tapi tidak bisa memberantas jentik nyamuk. Maka dari itu, kami (Puskemas Gedongtataan) sejak tahun 2019 sudah mulai melakukan sosialisasi ke 11 desa di Gedongtataan yang masuk dalam wilayah kerja kami, untuk merubah mindset masyarakat, kalau Fogging bukan cara terbaik memberantas DBD," tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa dinas terkait, agar desa bisa melakukan pengadaan alat fogging sendiri.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kemudian Dinas PMD agar DD bisa digunakan untuk pengadaan alat fogging, dan dari 11 desa sudah ada lima desa yang memiliki alat foggingnya sendiri,  dan Puskesmas tidak lagi mengurusi soal Fogging, karena itu memang tindakan yang kurang tepat," jelas dia. (snd/ram)

Komentar

Lampung Lainnya