JPNews - Selain di Tiyuh Marga Sati, Batu Putih, Tulang Bawang Barat, (Tubaba) indikasi pungutan liar (pungli) dalam program Prona diduga terjadi di Tiyuh Mulyo Sari, Kamis (20/2).

Dugaan itu dissintair diprakarsai Sujono Kepala Tiyuh Mulyo Sari, Sujono. Nominalnya juga cukup fantastis dan bervariasi.

Kepala Suku 4 Tiyuh Mulyo Sari mengatakan, "Di Suku 4 kurang lebih ada 10 orang yang membuat sertifikat tanah. Persertifikat dipungut biaya sebesar Rp500 ribu," ujarnya.

Terpisah pihak Tiyuh Mulyosari melalui Kaur Perencanaan dan Juru Tulis  membenarkan adanya biaya pembuatan sertifikat prona sebesar Rp500 ribu. "Ia benar adanya biaya untuk pembuatan sertifikat prona sebesar Rp500 ribu per sertifikat di Tiyuh Mulyo Sari kurang lebih ada 250 orang yang membuat sertifikat tanah," ungkapnya saat dihubungi JPNews.

Sementara itu, Sujono belum bisa dimintai tanggapan. Disambangi di Balai Kantor Tiyuhnya dia tak ada di tempat. Ddibungi nomor oonselnya tak diangkat. 


(wis/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya