JPNews - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soleman menyesalkan sikap Anggota Komisi I Budiyanto, yang dianggap over-aktif dan bekerja tidak sesuai tupoksinya. Bagi Soleman, pihaknya tengah berdiskusi dengan Pimpinan DPRD lainnya untuk mengambil langkah sikap Budiyanto.

"Sidaknya Budiyanto tidak memenuhi surat tugas dan berbicara tidak dengan data terkait TKA, serta terkait dengan virus corona. Ini sudah mencemarkan nama baik lembaga terhadap publik," kata politisi PDI Perjuangan ini, Rabu (19/2).

Sementara anggota Komisi IV, Martina Ningsih menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Anggota Komisi I Budiyanto dari Fraksi PKS, yang bekerja tidak sesuai tupoksi.

Martina Ningsih mengatakan, sikap Budiyanto yang melakukan framing, bahwa di Mega Proyek Meikarta terdapat TKA Ilegal, yang mencapai 3000 orang dan terjangkit virus corona adalah kesalahan fatal, bagi lembaga DPRD Kabupaten Bekasi.

"Pak Budiyanto ini berbicara tidak sesuai dengan data. Apalagi, telah membuat kegaduhan dan membuat framing yang hoax," kata Martina kepada awak media.

Dikatakan Martina, berharap kepada Fraksi PKS untuk menegur tingkah laku Budiyanto, yang telah mencemarkan nama baik DPRD Kabupaten Bekasi ditingkat Nasional. Apalagi, akibat framing TKA Ilegal dan virus corona yang tidak ditemukan di pekerja Meikarta, membuat kerugian investasi hingga Rp16 Triliun.

"Buktinya virus corona tidak ditemukan bagi pekerja asing di Meikarta. Kemudian, 3000 orang yang dituduhkan ilegal tidak ada. Fraksi PKS harus tegur Budiyanto karena membuat malu bagi lembaga DPRD," ujar Martina.

Ditempat terpisah, Budiyanto, anggota DPRD Komisi I, yang disebut-sebut namanya menegaskan, dirinya bergerak atas sumpahnya sebagai wakil rakyat, dan didasari ketakutan dan keresahan masyarakat di Dapil I. 

“Ingat saya bukan anggota Fraksi PDIP, saya dewan dari PKS. Saya punya konstituen sendiri. Saya ada di Dapil 1, dimana saya bekerja atas desakan aspirasi masyarakat di dapil saya sesuai sumpah apapun resikonya saya jalankan,” katanya, Rabu (19/2).

Masyarakat di Deltamas, dan Lippo Cikarang kata Budiyanto ketakutan karena banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang tidak tahu statusnya bagaimana yang tinggal di perumahan Deltamas dan Lippo. 

“Adanya fenomena corona saya khawatir, yang akhirnya saya konfirmasi pada Dinas Kesehatan agar masalah itu diselesaikan. Tolong masalah Corona diselesaikan, tolong pastikan semua TKA dari Tiongkok diperiksa,” kata Budiyanto.

Dituding over acting, Budiyanto justru beranggapan tidak ada yang berlebihan saat dirinya sidak di proyek Meikarta. Masalah ini bukan menjadi perdebatan politik. Ini masalah bangsa. 

“Kalo dianggap over acting dan offset silahkan dilanjutkan dengan hormat kawan-kawan komisi IV. Ini tugas dewan biasa saja, tidak ada yang aneh Budiyanto tidak berlebihan. Jadi sekarang jangan fokus siap memulai tapi masalahnya yang harusnya dibereskan,” tegasnya.

Harusnya secara kelembagaan kata Budiyanto, komisi IV harusnya respon lebih awal. “Kalau boleh saya menyalahkan harusnya ini tidak terjadi dan tidak musti saya sebagai anggota dapil 1 turun ke lokasi. Secara kelembagaan komisi IV harusnya respon lebih awal,” tandasnya. (fan/gie)

Komentar

Jabar Lainnya