Kolase 6 buku tabungan Simpel yang tampak tak ditandatangani pejabat bank. Dok: JPNews

JPNews - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Liwa, di Waymengaku Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menyebut kebijakan mengeluarkan buku tabungan tanpa disertai cap dan tandatangan pejabat bank adalah langkah yang tidak sesuai aturan. 

Hal tersebut menyikapi beredarnya buku tabungan simpanan pelajar (Simpel) milik sejumlah siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tanjung Raya, Sukau, tercatat sebagai penerima manfaat bantuan program indonesia pintar (PIP) yang tidak disertai tandatangan dan cap BRI unit Sukau selaku pihak yang mengeluarkan buku tabungan tersebut.

"Secara aturan mengeluarkan buku tabungan diharuskan tervalidasi," kata Asisten Manager (AM) KC BRI Liwa di Waymengaku, Balikbukit, Ferry Iswanto, Selasa (18/2).





Kendati demikian, pihaknya beramsumsi para pejabat BRI Unit Sukau kala penerbiatan buku tabungan Simpel tengah dinas luar, atau ada kegiatan di luar kantor unit. Sehingga, tidak dapat melakukan validasi sejumlah buku tabungan yang diajukan nasabah.

"Kasus yang sama pernah terjadi di unit lain, bahkan tabungan umum, permasalahannya kepala unit sedang ada agenda di luar kantor," katanya.

Selain itu, Ferry juga menggambarkan kesibukan situasi bank dalam melayani pembuatan buku tabungan simpel. 

Di mana, dalam pengajuan pembuatan yang secara serentak. Hal ini, juga menjadi catatan penting untuk unit yang notabennya terbatas petugasnya.

"Kita tahu, kalau saat pembuatan buku itu serentak. Dimana, siswa bersama orang tua datang ke bank, kalau pembuatan 30 buku dalam sehari dikali dua orang yang menunggu sudah berapa. Itu harus kami layani semua," katanya.

(dri/JPN)

Komentar

Ekonomi Lainnya