JPNews - Tiga orang tersangka kasus korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Kabupaten Karawang dijebloskan ke bui oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Senin (17/02).

Ketiganya yaitu eks Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Yogie Patriana Alsjah, eks Kasubbag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Tarum dan Didi Pramadi dari PT Darma Premandala selaku rekanan PDAM Tirta Tarum.

"Ketiga tersangka langsung kita tahan," kata Kasipenkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali, saat dikonfirmasi dikantornya, Senin (17/2).

Dikatakan Abdul Muis, kasus tersebut merupakan dugaan penyimpangan pekerjaan optimalisasi instalasi pengolahan air (IPA). Kasus ini berawal dari adanya sisa anggaran investasi di tahun 2015 senilai Rp.19.236.601.038 yang belum terpakai.

Adanya sisa anggaran tersebut, diketahui Yogi selaku Dirut meminta bawahannya untuk membuat justifikasi teknis sebagai dasar untuk dilakukan pelelangan dalam kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating optimalisasi IPA dengan anggaran Rp.5.492.210.000.

"Padahal tersangka sebagai pengguna anggaran mengetahui kalau di dalam RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) PDAM tahun 2015 tidak ada kegiatan pekerjaan peningkatan kapasitas atau uprating dan optimalisasi IPA PDAM Tirta Tarum," katanya.

Selesainya pembuatan dokumen justifikasi teknis itu, lanjut Abdul Muis, Yogi lalu memerintahkan Jumali tersangka lainnya sebagai PPK untuk mengurus dan menyerahkan kepada panitia pelelangan untuk dilakukan proses lelang dengan menggunakan metode pelelangan umum. Lelang itu akhirnya dimenangkan oleh PT Darma Premandala dengan direktur Didi Pramadi.

Sesuai surat perintah melaksanakan pekerjaan (SPMK) yang di dalamnya ada kontrak, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT Darma Premandala pada 29 September 2015 dengan masa kerja 90 hari dan nilai kontrak Rp.4.950.300.000 meskipun penyedia jasa tidak dibayar dalam pekerjaannya.

"Disini modusnya mereka melakukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan volume atau mutu. Dan berdasarkanhasil penghitungan, indikasi kerugian yang ditaksir ini mencapai Rp.2,6 miliar. Nilai itu didapat dari jumlah anggaran yang disediakan. (bbs/fan/gie)

Komentar

Jabar Lainnya