MenkumhamYasonna Hamonangan Laoly saat sambangi rutan kelas IIB Kabanjahe, Minggu (16/2) pukul 09.00 WIB. Foto: Rekro G Tarigan/ JPNews

JPNews - Pasca kericuhan Lapas II B Kabanjahe, Karo, Sumut, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, sambangi rutan itu, Minggu (16/2) pukul 09.00 WIB. 

Menteri Yasonna disambut Forkopimda Karo, Bupati Karo, Terkelin Brahmana; Ketua DPRD Karo; Iriani Tarigan; Wakil Bupati Karo, Cory Seriwaty br Sebayang; Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Remus Hutajulu; Dandim 0205 /TK, Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara; Kejaksaan Negeri Kabanjahe dan  Kalapas II B Kabanjahe, Simson Bangun.

Menteri Yasonna menekankan agar yang terlibat dalam kericuhan di Lapas II B Kabanjahe diproses sesuai hukum yang berlaku dengan mekanisme peradilan yang ada.

"Khusus bagi sipir lapas sebagai biang kerok  tetap diproses. Sanksinya setelah dijatuhi hukuman melalui pengadilan dengan berkekuatan tetap (inkracht) maka sipir ini kita kirim ke Nusakambangan dibarengi pemberhentian tidak hormat," tegas Yasonna.

Peristiwa kericuhan disertai pembakaran dan perusakan oleh warga binaan terjadi pada Rabu (12/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 410 narapidana terpaksa dievakuasi, terdiri 380 pria, 30 wanita. Petugas memindahkan sebagian besar narapidana ke lapas yang berada di Polres Tanah Karo, Medan, Humbahas, Sidikalang, dan Binjai.

"Pemantik kejadian lantaran ada oknum Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak terima atas upaya pemberantasan narkoba di dalam rutan," kata Kebag Humas Direktorat Jendral Pemasyarakatan Rika Aprianti dalam keterangan tertulisnya.

(rek/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya