Tangkapan cuitan akun twitter kontakBRI merespon informasi buku tabungan yang diduga dikeluarkan tanpa divalidasi. JPNews

JPNews - Akun twitter Official Account of PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, @kontakBRI, merespon iformasi keluhan seorang wali murid penerima bantuan  Program Indonesia Pintar (PIP), Yuli, terkait buku tabungan simpanan pelajar (Simpel) milik dua anaknya, LPS dan GAS, yang dikeluarkan pihak Bank BRI Unit Sukau, Lampung Barat (Lambar), yang disebut tanpa cap dan tanda tangan pejabat bank plat merah itu.


Contact BRI itu menge-tweet pukul 11:35, Sabtu (15/2). 
"Selamat siang Bapak/Ibu. Terima kasih atas informasi yang Bapak/Ibu berikan, laporan Bapak/Ibu saat ini sedang kami tindaklanjuti. Tks~Yuki," tulis akun tersebut.


Diketahui, Yuli yang sebelumnya menyekolahkan dua  anaknya di SDN Tanjungraya, Sukau. Namun per 1 Januari 2020 pindah ke SDN1 Babat, Lamongan, Jawa Timur (Jatim), duduk di kelas III dan V.

Menurut wanita berjilbab itu buku tabungan tersebut tidak disertai cap dan tandatangan pejabat bank. 

Bukan hanya itu, ternyata tanda tangannya dan dua anaknya di dua buku tabungan Simpel itu juga tak terdeteksi pihak bank yang sama di Babat.

Akibatnya, dan PIP untuk dua buah hatinya tak bisa dicairkan.

"Saya dapat informasi bahwa dana PIP untuk dua anak saya sudah masuk rekening. Saya cek di BRI Babat dan dana itu betul sudah ada di rekening. Sebenarnya menurut pigak BRI Babat dana itu bisa cair. Namun menurut pihak BRI Babat di dua buku tabungan dua anak saya tidak ada tanda tangan orang tua dan anak serta tidak ada tandatangan dan cap pihak bank. Akibatnya, dana PIP untuk dua anak saya tak bisa dicairkan meski saya sudah minta pengantar di sekolah baru anak saya," katanya.

Dirinya mengaku telah berupaya menghubungi seorang yang ia kenal yang bekerja di BRI Unit Sukau, namun kontaknya diblokir kala meminta nomor telephon bank itu.

Dikatakan, dirinya dan kedua anaknya membuat buku tabungan sekaligus pencairan kali pertama saat itu, sekitar pertengah 2019. "Persisnya saya lupa," kata dia.

"Saat membuat buku tabungan petugas di BRI Sukau meminta untuk tandatangan di kertas kosong, petugasnya juga jutek," katanya lagi.

Seraya mengatakan dirinya menerima dana PIP hanya sekali saat pembuatan buku tabungan dan belum menerima kembali hingga kini.

Sayang, pihak BRI Sukau belum memberikan keterangan terkait keluhan itu.

JPNews telah dua kali menyambangi BRI Unit Sukau, Kamis (13/2) pagi hari. Namun menurut satpam kepala unit tak ada di tempat, tengah ke Liwa. Pada sore hari wartawan media ini kembali menyambangi BRI unit itu. Namun lagi-lagi kepala unit disebut tak ada di tempat.

Jumat (14/2) JPNews mencoba mengonfirmasi keluhan tersebut ke BRI Cabang di Waymengaku, Balikbukit. 

Namun, pimpinan cabang bank plat merah itu juga disebut tengah tak berada di tempat.

"Pimpinan kami tak ada di tempat mas," ujar seorang wanita berjilbab yang bekerja di BRI Cabang itu. Belakangan diketahui bernama Ocha.

Kepala SDN1 Tanjung Raya, Muzakkir mengaku tak tahu terkait buku tabungan murinya tersebut.


"Kami hanya melngeluarkan rekomwndasi. Semua wali murid dan siswa yang mengurus ke bank langsung," ujarnya, Sabtu (15/2).

Belakangan, bukan hanya dua buku tabungan Simpel milik dua anak Yuli saja yang tampak tak dicap dan ditandatangani pejabat bank. Empat lainnya juga mengalami hal serupa.

(dri/JPN)

Komentar

Netizen Lainnya