TOP 0 Edukasi

Foto buku tabungan simpel yang berlabel BRI Unit Sukau, Lambar tampak tak ditandatangani pejabat bank plat merah itu. Dok: JPNews

JPNews-Kapala SDN 1 Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupetan Lampung Barat (Lambar), Muzakkir menyebut pihaknya tidak mengetahui prihal kosongnya tanda tangan dan cap di buku tabungan simpanan pelajar (Simpel) penerima manfaat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) asal sekolahnya.

BACA: Buku Tabungan Minus Tandatangan Pejabat Bank Dana PIP tak Cair?

Sebab, pihak sekolah hanya sebatas memberi surat rekomendasi yang ditujukan untuk pembuatan buku tabungan Simpel dan pengambilan dana PIP peserta didik di Bank BRI Unit Sukau.

"Kami hanya sebatas memberikan surat rekomendasi untuk pembuatan buku tabungan dan pengambilan dana. Jumlah nominalnya bantuan setiap murid kami tidak tahu, karena berbeda-beda sesuai tingkatan. Pencairan dana juga mengikuti tahapan. Wali murid kadang hanya meminta rekomendasi dari pihak sekolah, begitu diberitahu dana sudah masuk. Kamipun tidak berani menanyakan jumlah dana yang diterima kepada wali murid," kata Muzakkir kepada JPNews di ruang kerjanya, Sabtu (14/2).

Selain itu, lanjut Muzakkir, pihaknya tidak pernah membuat kebijakan untuk pengambilan dana PIP anak didiknya secara kolektif atau diwakili oleh sekolah. Pihaknya menyerahkan secara penuh kepada wali murid. Di mana, pencairan langsung masuk ke buku tabungan penerima program.

Dikatakan Muzakkir, terkait tidak adanya tanda tangan penerima manfaat program (siswa) dan tandatangan pimpinan serta cap bank di buku tabungan Simple sebelumnya ia tak mengetahui.

"Harusnya wali murid juga teliti dengan hal itu. Bisa langsung dipertanyakan kepada pihak bank kenapa tidak ada cap dan tandatangan. Atau koordinasi dengan pihak sekolah," ucapnya.

(dri/JPN)

Komentar

Edukasi Lainnya