Perwakilan Mahasiswa, Fahri melaporkan dugaan penyimpangan anggaran ke Kejari Kabupaten Bekasi.

JPNews - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, kini tengah mengusut adanya dugaan penyimpangan anggaran proyek pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 3 Karang Bahagia yang senilai Rp13,2 miliar diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2018.

Mahayu Dian Suryandri kepala Kajari Kabupaten Bekasi menegaskan, dengan adanya laporan terkait penyimpangan penggunaan anggaran untuk sekolah SMPN 3 Karang Bahagia yang di laporkan dari Aliansi Mahasiswa Kampus Sebekasi (Aksi) kini sedang dalam proses.

Baca juga: Kasus Proyek SMPN 3, Bupati Eka: Itu Merugikan Masyarakat

“Surat Perintah Tugas (Sprintug) untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) sudah saya keluarkan,” ucapnya.

Dikatakan Mahayu, langkah penyelidikan itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan pengaduan (lapdu) dari sejumlah mahasiswa berbagai Kampus di Bekasi.

"Pengaduan kepada Kejari Kabupaten Bekasi dibuat setelah mereka melihat langsung kondisi SMPN 3 Karang Bahagia yang tidak sesuai spesifikasi. Banyak bangunan yang sudah rusak, padahal sekolah tersebut belum setahun digunakan,” jelas Mahayu.

Menerima laporan pengaduan para mahasiswa itu, Mahayu mengaku prihatin bila anggaran untuk pendidikan tersebut diselewengkan dan disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Untuk itulah Mahayu menugaskan jajaran Bidang Intelijen dan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) kepada pihak-pihak terkait.

"Mahasiswa silakan pantau proses ini dan laporkan ke saya langsung kalau ada yang coba-coba main mata,” pungkasnya. (gie/fan)

Komentar

Jabar Lainnya