Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bekasi Aat Barhaty saat memberikan sambutan dalam kegiatan rencana aksi penanganan konflik sosial, Rabu (12/2).

JPNews - Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) gelar rencana  aksi penanganan konflik sosial Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2020. Hal tersebut bertujuan untuk antisipasi adanya  pemecah satu kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang melibatkan Polres Metro Bekasi, kajari Kabupaten Bekasi, kepala seksi trantib Kecamatan, dan unsur jajaran Bakesbangpol ini di ketahui di selenggarakan di Hotel Grand Cikarang, Cikarang utara, Rabu (12/2).

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bekasi Aat Barhaty menegaskan, dalam penyelenggaraan otonomi Pemerintah Daerah, Pemerintah tentunya mempunyai kewajiban untuk melindungi segenap warga masyarakat dalam menjaga dan terpeliharanya satu kesatuan dan keutuhan NKRI.

"Ini salah satu tugas dan kewajiban Pemerintah daerah dalam menjaga dan memelihara kondusifitas ketentraman dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Aat juga menjelaskan, untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban serta memberikan perlindungan terhadap masyarakat, tentunya diperlukan upaya dan langkah aksi kongkrit yang berkesinambungan  yang harus di lakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

"Maka dari itu, melalui kegiatan ini diharapkan adanya langkah kongkrit nyata dari pemerintah daerah, dan semua lapisan elemen masyarakat untuk bersama-sama mengatasi munculnya potensi konflik sosial di kabupaten Bekasi secara terencana, tersetruktur dan bersinergi serta meningkatkan koordinasi yang lebih insentif, erat guna mewujudkan terciptanya kondusifitas diwilayah Kabupaten Bekasi, " jelasnya.

Selain itu Aat Barhaty juga menyinggung kondisi global saat ini, yang berdampak ke Indonesia, terkait munculnya potensi konflik di masyarakat, yakni informasi yang di terima masyarakat mengenai penyebaran penyakit di berbagai belahan negara, terkait adanya penyebaran virus corona yang menjadi kekhawatiran masyarakat, yang berpotensi konflik atas mewabahnya penyebaran virus tersebut.

"Ini salah satu yang bisa menjadi penyebab, bisa terjadinya konflik di tataran masyarakat, baik dari penerimaan informasi yg belum pasti terkait virus corona yang ada di indonesia, dan ini sama-sama kita berharap bahwa masyarakat harus bisa menyaring informasi, demi ketentraman nasional. Dan kita berharap untuk wilayah Kabupaten Bekasi bisa jauh dari setiap unsur yang sifatnya memecah bela satu kesatuan, " tandasnya. (adv)

Komentar

Jabar Lainnya