Bupati Agus Istiqlal tinjau Jembatan Manula, Selasa 11/2). Foto: Erson N/ JPNews

JPNews-Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal, didampingi anggota DPRD serta Sekkab N. Lingga Kusuma beserta para kepala OPD di lingkup Pemkab Pesibar, meninjau Jembatan Manula yang berlokasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) perbatasan Pekon Rataagung Kecamatan Lemong dan Kabupaten Bintuhan Provinsi Bengkulu, Senin (10/2).

Jembatan Manula yang menghubungkan Provinsi Lampung dengan Bintuhan Provinsi Bengkulu dengan panjang 215 Meter dan lebar 10,5 Meter itu, dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) dan selesai akhir Tahun 2019 lalu dengan durasi pelaksanaan pembangunan selama enam tahun. 

Lokasi yang diapiti dinding tebing dengan pemandangan hutan lindung membuat pengendara yang melintas kerap berhenti untuk berswafoto. 

Asal muasal nama jembatan manula rupanya bentuk penghormatan kepada tokoh yang dimakamkan di sekitar jembatan ini yaitu Syekh Aminullah. Warga setempat menyebutnya Aminullah atau Manula Sahaja.

Dijadwalkan jembatan tersebut akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, dari itu rombongan OPD Pesisir Barat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal meninjau jembatan tersebut.

Harapan Agus Istiqlal saat nanti Presiden Jokowi meresmikan jembatan Manula tersebut, agar juga bisa meresmikan Bandara M. Taufik Kiemas, Jalan Fatmawati, dan juga membangun jalan untuk akses menuju wilayah paling terisolir yakni wilayah Wayharu Kecamatan Bangkunat.

Di lokasi, Agus Istiqlal, mengungkapkan  harapannya kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, apabila presiden meresmikan jembatan Manula, bisa sekaligus juga meresmikan Bandara M. Taufik Kiemas. 

"Bila bapak presiden meresmikan Jembatan Manula, kami juga berharap agar kiranya bapak Presiden juga bisa meresmikan Bandara Taufik Kiemas, Jalan Fatmawati yang merupakan jalan menuju bandara, dan juga dapat membuka jalan ataupun jembatan sebagai akses masyarakat Wayharu," ujar Agus. 

Dilanjutkannya, agar pemerintah pusat memberikan perhatian yang sama kepada masyarakat Bangkunat khususnya Wayharu, disana juga termasuk TNBBS.

"Sama halnya dengan yang di daerah Rataagung perbatasan Lampung-Bengkulu, yang juga merupakan TNBBS begitupun dengan Wayharu di Kecamatan Bangkunat, agar diperlakukan adil," tutup Agus. (ers)

Komentar

Lampung Lainnya