JPNews - Gerakan Tiga Kali Ekspor komoditas pertanian yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo disambut antusias di daerah-daerah sentra. Ekspor produk hortikultura yang meliputi buah-buahan, sayuran, tanaman obat dan florikultura menjadi andalan di beberapa daerah. 

Kementerian Pertanian bersama instansi terkait terus memacu kinerja ekspor hortikultura dengan melakukan penataan hulu hingga hilir.  Beragam acara untuk menggerakkan potensi ekspor pun marak digelar di berbagai daerah, salah satunya di Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai salah satu kawasan penyangga pangan ibukota, Sukabumi memiliki potensi ekspor buah dan florikultura yang besar. Untuk memperkenalkan potensi tersebut, belum lama ini digelar Festival Buah Sukabumi Tahun 2020 di Lapangan Cangehgar Komplek Olahraga Jajaway. 

Festival tersebut menampilkan berbagai jenis buah yang familiar dikonsumsi hingga jenis buah unik yang ditemukan di Sukabumi. Beragam acara digelar mulai dari pameran produk segar dan olahan buah, kontes durian, lomba mewarnai sampai lomba merangkai buah. 

Marwan Hamami, Bupati Sukabumi menegaskan bahwa buah tropis asal Sukabumi mempunyai potensi yang besar baik untuk memasok kebutuhan pasar lokal maupun ekspor. 

“Festival kali ini kita gelar semua buah asli Sukabumi selama tiga hari, supaya masyarakat semakin tahu dan bisa mencicipinya. Kita edukasi kepada masyarakat, meyakinkan masyarakat bahwa buah kita tidak kalah dengan buah impor, bahkan kita mampu ekspor,” ujar Bupati Marwan. 

Rencananya acara ini akan diikuti 47 kecamatan. Tiap wilayah bakal menampilkan buah unggulannya.

"Sekarang ini di Kabupaten Sukabumi sudah ada enam eksportir yang aktif. Belum lama, pelaku usaha asal Belanda dan Jerman yang langsung datang kesini untuk penjajagan ekspor hortikultura. Kami juga sedang merintis kerja sama dengan Malaysia untuk pengembangan Alpukat seluas 300 hektar,” papar Marwan semangat .

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman mengatakan Indonesia menjadi penghasil buah tropis dan buah eksotik yang besar. Kata dia, produksi buah nasional tahun 2017 tercatat 19,6 juta ton, tahun 2018 meningkat 9,3% menjadi 21,4 juta ton. 

"Pangsa pasar diluar negeri terbuka sangat lebar, mulai dari Eropa, Timur Tengah sampai kawasan Asia,” ujar Liferdi. 

Kementerian Pertanian menurutnya, akan terus memacu ekspor buah-buahan melalui berbagai cara. Diantaranya merangkul pelaku usaha, perbaikan kebun buah, diplomasi perdagangan bersama instansi terkait, registrasi kebun, perbaikan pascapanen hingga mendorong efisiensi logistik. 

“Pada 2017 ekspor buah kita mencapai 41.441 ton dengan nilai 24,8 juta US$ dan tahun 2018 meningkat mencapai 89.340 ton dengan nilai 63,2 juta US$. Gerakan tiga kali lipat ekspor hortikultura sangat memerlukan dukungan dari berbagai stake holder. Hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri dan sepotong sepotong. Kami sangat apresiasi bagi daerah yang telah berkontribusi aktif dalam peningkatan ekspor hortikultuar tersebut,” tandas Liferdi. (drw/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya