Ketua Bawaslu Pesawaran Ryan Arnando

JPNews - Pasca dilaporkan ke DPRD Kabupaten Pesawaran, Ketua Bawaslu setempat, Ryan Arnando mengaku menanggapi masalah tersebut secara santai, dirinya juga mengatakan siap ketika sewaktu-waktu diminta hadir untuk memberikan keterangan. 

"Ya gak jadi masalah, karena kan memang ini negara demokrasi, jadi siapa saja berhak menyampaikan aspirasinya," ungkap dia ketika ditemui di Sekretariat Bawaslu, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Senin (20/1). 

BACA JUGA : Bawaslu Pesawaran Dilaporkan ke DPRD, Ini Pasalnya

Ryan menjelaskan, bahwa segala sesuatu proses yang berkaitan dengan perekrutan Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) yang dilakukan oleh Bawaslu tersebut, sudah sesuai dengan regulasi dan juga pedoman yang digunakan. 

Ia melanjutkan, semua Panwascam yang terpilih melalui serangkaian proses seleksi tersebut, telah memiliki kemampuan dan juga spesifikasi yang sesuai dengan standar dari Bawaslu itu sendiri. 

"Ya yang pasti dalam perekrutan itu, semua sudah sesuai dengan regulasi dan juga aturan-aturan yang ditetapkan dalam proses rekrutmen," kata dia.

"Jadi, ketika memang kami nanti diundang untuk klarifikasi oleh DPRD ya kami siap," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Pesawaran, dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat atas dugaan nepotisme dalam proses seleksi rekrutmen anggota Panwascam yang mereka lakukan beberapa waktu lalu. 

Aris Apriadi menjelaskan, laporan tersebut dirinya sampaikan karena menganggap adanya dugaan pelanggaran dalam proses seleksi tersebut. 

"Ya kami laporkan ke DPRD, karena banyak dugaan pelanggaran yang terjadi sewaktu seleksi kemarin," ucap dia ketika dikonfirmasi, pada Minggu (10/1) kemarin.

"Banyak dugaan pelanggaran, diantaranya kebanyakan anggota yang terpilih itu punya hubungan kekeluargaan dengan Bawaslu, dan juga ada anggota yang terpilih terindikasi pernah terlibat dalam partai politik dalam kurun waktu lima tahun terakhir," pungkasnya. (snd/ram)

Komentar

Politik Lainnya