JPNews - Walikota Sukabumi, Mohamad Muraz pamit dan menyampaikan permohonan maaf jelang berakhir masa jabatannya dihandapan ribuan ketua RT dan ratusan RW se Kota Sukabumi di Gor Surya Kencana, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/3).

Kegiatan tersebut sekaligus launcing dan penyerahan simbolis P2RW (Program Pemberdayaan Rukun Warga) 2018, merupakan program unggulan yang berhasil menarik perhatian dan ditiru oleh beberapa daerah yang sengaja datang ke Pemkot Sukabumi belajar tentang P2RW.

"Hari ini kita serahkan semua administrasi P2RW 2018 termasuk reward bagi RW yang menang, tahun ini naik jadi Rp.20 juta dimana sebelumnya Rp.17 juta/RW untuk pembangunan fisik di wilayahnya. Hasil evaluasi dari pertama program ini digulirkan hingga akhir jabatan saya, rata-rata ada partisipasi dari masyarakat untuk P2RW ini," tutur Muraz didampingi asda I, Andri Setiawan,dan  Kabag Tapem, Punjul Saepul Hayat kepada awak media.

Muraz sendiri sangat puas akan program yang dilaksanakan dan dirasakan langsung oleh masyarakatnya, untuk 2017 semua pembangunan yang menyebar di setiap RW tersebut telah rampung, bahkan Pemkot Sukabumi melalui Bagian Tata Pemerintahan telah memberikan reward kepada Rw juara I dan II mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga Kota.

"Program ini juga bukan hanya dikelola oleh masing-masing RW bahkan, ada RW yang berkolaburasi dengan RW satunya ketika membuat jembatan penghubung antar warga," jelas Muraz.

Target harapannya, lanjut Muraz, untuk program tersebut sudah tercapai 100 persen sejak dikeluarkannya, melihat hampir setiap pembangunan di wilayah telah menumbuhkan tingkat partisipasi masyarakat, dan total pembangunan melebihi dari dana stimulan yang diberikan oleh pemda.

"Harus dilanjutkan program ini karena sudah masuk juga dalam RPJMD. Kenaikan dana P2RW ini sesuai dengan keinginan masyarakat dan janji saya, karena APBD naik maka saya naikan juga dana tersebut," ungkapnya.

Mereka para RW yang berhasil mendapat reward, terang Andri Setiawan untuk hasil pengerjaan P2RW 2017, Rw yang mendapat reward dilihat dari tingkat partisiasi masyarakatnya, tingkat Kelurahan Juara I mendapat Rp.3.500 ribu, dan juara kedua Rp.2 juta, sedangkan di tingkat Kecamatan juara I mendapat Rp.5 juta dan juara kedua Rp.2.5 juta dan juara Kota untuk juara I mendapat Rp.6 juta, kedua Rp.4.5 juta dan ketiga Rp.3 juta. Reward tersebut akan diberikan dengan dana P2RW mereka, tentunya dengan harapan bisa digunakan untuk pembangunan yang lebih optimal.

Sementara itu, salah seorang Ketua RW 06, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Lembur situ, Joko Susiarto, menurutnya program tersebut program terbaik yang ada di Kota Sukabumi, karena hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan dana tersebut bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi.

"Dana dari pemerintah ini disatukan juga dari dana sukarela warga untuk sebuah pembangunan yang manfaatnya untuk kepentingan umum, pemda berhasil menggugah hati warga untuk kerja sama dan gotong royong menghasilkan pembangunan yang berkualitas, karena dari rasa memiliki inilah timbul kesadaran langsung dari masyarakat," katanya.

Joko juga berharap program tersebut bisa tetap diteruskan oleh Walikota terpilih nanti, pasalnya animo dan antusias masyarakat masih ingin adanya program tersebut. Joko juga memuji tentang kinerja dan bentuk perhatian Muraz terhadap pemerataan pembangunan di wilayah. Tahun ini wilayah Joko mendapat reward karena berhasil menjadi juara I tingkat Kecamatan dengan membangun sepiteng untuk wc umum dan pos ronda dengan biaya hampir Rp.30 juta, sebagian dana partisipasi warga.

"Saya berharap P2RW tetap ada, bila perlu ditingkatkan lagi nilai dananya agar pembangunan lebih maksimal," tandasnya. (rls/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya