Open Closing Ceremony Sharing Time Megalithic Millennium Art

JPNews - Sharing Time Megalithic Millennium Art helatan Pemkab Tulang Bawang Barat (Tubaba) resmi dibuka di Kota Budaya Ulluan Nughik,  Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Rabu (22/1).

Yang luar biasa, kegiatan tersebut dihadiri penggiat seni dan budayawan dari delapan negara, budayawan nasional, Bupati Umar Ahmad, Wakil Bupati Fauzi Hasan, Sekda Tubaba Herwan Sahri, mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri, Ketua DPRD Ponco Nugroho, Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman, Budayawan Lampung Ansyori Djausal, Dandim,Forkopimda, Ketua TP-PKK Kornelia Umar, Pejabat Eselon, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Pelajar dan Masyarakat Sekitar.

Pembukaan Megalithic Millennium Art ditandai dengan adanya Tarian Budaya Lampung yakni Tari Singer Penguten, Tarian Nenemo dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan,  Indonesia Raya. Dan acara tersebut akan bergulir ke Las Sengok, di Tiyuh (desa) Karta.

Semi Ikra Anggara, selaku ketua pelaksana menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan refleksi kilas balik kemasa depan, yang merupakan ruang publik dalam komunikasi yang sejajar antara satu sama lain yang saling berdiskusi dan komunikasi dengan memunculkan kembali kebudayaan leluhur, dalam rangkaian kegiatan acara pembukaan Sharing Time Megalithic Millennium Art hari ini kita akan bergulir ke Las Sengok (Tiyuh/Desa Karta), untuk melaksanakan prosesi pelepasan Ikan, Kerbau, Menanam Pohon, Peletakan Batu yang akan diakhiri dengan Tarian Nenemo.

Dalam sambutan Ibu Melati Surya Dharma ( Anak Alm Suprapto Surya Dharma ) menambahkan, "Saya sebagai Anak akan selalu mengenang sejarah orang tua yaitu Alm Suprapto yang selalu dekat dengan Budaya, Alam, dan Kebudayaan Leluhur. Saya ucapkan terima kasih kepada kabupaten Tulang Bawang Barat (tubaba), yang telah menggagas kegiatan Megalithic Millennium Art," ungkapnya.

Bupati Umar Ahmad, mengucapakan selamat datang kepada tamu undangan yang pada hari ini telah dapat hadir di Acara bertajuk Kebudayaan dalam Megalithic Millenium Art di Tubaba.

"Mengapa ada salah satu manusia yang hadir berasal dari belahan bumi utara dan Selandia Baru? Yang lain Saya tidak hafal dan beliau mewakili manusia bagian utara untuk hadir di Tubaba yang menjadi bagian dari bumi bagian selatan," terangnya. 

"Hari ini kita berada di pusaran kota Budaya Ulluan Nughik dengan arti Ulluan berarti "atas"  kemudian Nughik berarti "kehidupan", di kota awal dari kehidupan adalah awal dari kehidupan sebuah kota yang diniatkan menjadi kota budaya berbasis ekologi terhadap niat dan visi bapak alm Suprapto Suryodarmo ingin merespon dari visi besar yang dimiliki oleh tubaba oleh karenanya beliau mengajak seluruh ilmuan seluruh budayawan seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia yang khususnya yang tergabung di dalam kelompok joget Amerta untuk hadir ke Tubaba."

"Di dalam sharing time ini kita juga ingin memberikan sebuah tanda yang nantinya akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang kiranya setelah stonhenge 5.000 tahun yang lalu rasanya manusia jarang menggagas tempat-tempat yang bersifat megalitikum oleh karenanya kita ingin menandai relasi hubungan manusia dengan alam ini dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di sebuah konsep mitologi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam menjaga pepohonan menjaga sumber-sumber air menjadi agar bantaran sungai dan lain sebagainya yang intinya adalah bagaimana menjaga hubungan relasi manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta," pungkasnya. (agt/wsn)

Komentar

Lampung Lainnya