Aspal latasir yang ditumbuhi rumput liar. Foto Dok JPNews

JPNews - Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa merespon proyek pembangunan prasaran, sarana dan ultilitas (PSU) milik Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung di Pemangku (Dusun) Landos, Pekon Wayemplau Ulu, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Selasa (21/1).

Pasalnya, pekerjaan yang baru selesai dalam hitungan hari ini, diduga amburadul.


Kasi Intelijen Kejari Liwa, Reza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/1) mengatakan bakal melaporkan informasi tersebut ke Kajari.

Usai melapor, Reza menyebut menunggu instruksi Kajari.

"Kita sampaikan ke pak kajari bahwa ada informasi ini. Selanjutnya menunggu apa intruksi yang diberikan oleh Kajari," ucapnya.

"Kami tetap menindaklanjuti informasi ini," katanya.


Diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan PSU berupa jalan di Pemangku (Dusun) Landos, terus menjadi sororan.

Proyek senilai Rp4,4 miliar yang dikerjakan CV Bangun Karya Pratama itu selain pengerjaan yang tak rampung di tahun anggaran berkenaan. Juga terkesan kurang memuaskan jika tak boleh dikatakan carut marut atau asalan.

Sehari pascarampung, 16 Januari 2020, sudah ada jalan yang ditumbuhi rumput. Bahkan, diduga ada juga yang rusak.

(dri/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya