Fahreza (tengah). ist

JPNews - Tenggelamnya siswa SDN 1 Abung Jayo, Abung Selatan, Lampung Utara, Sabtu (18/1), M Abda (11) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan esktrakurikuler di kolam renang Lembah Bambu Kuning di soroti berbagai kalangan.

Jika sebelumnya LBH Menang Jagad, kini komentar datang dari salah satu jajaran Pengurus Harian Partai Golkar Lampung Utara, Varian Edy, selaku wakil ketua bidang komunikasi dan informasi, Minggu (19/1).

Ia mengatakan kejadian tenggelam sampai  meninggalnya murid di kolam renang bukan semata kesalahan dan kelalaian dari para gurunya tapi juga kesalahan pengelola kolam renangnya.

"Harusnya pihak pengelola kolam renang, dapat mengantisipasi akibat  ramainya pengunjung, terutama  anak sekolah, dengan penambahan tenaga pengawas di sekitar kolam, bila perlu memakai CCTV di setiap sudut. Toh saya rasa mereka masuk tidak gratis. Jadi tentu  berhak dengan fasilitas kenyamanan dan keamanan sebagai pengunjung," terang Varian Edy.

Sementara itu komentar juga datang dari pengacara muda lintas daerah  M. Fahreza.

Advokad asal Lampung Utara ini pernah masuk tim yang menangani perkara Ahmad Dhani, pentolan band papan atas, Dewa 19 itu.

Dia satu tim dengan tokoh-tokoh Nasional Permadi, Egi Sudjana, Lieus.

"Aspek Hukumnya dilihat dari standarisasi eskul renang di sekolah dalam penerapan terhadap murid dan standarisasi pengelolaan dalam usaha kolam renang, jadi kalau dari aspek - aspek tersebut tidak terpenuhi, maka ada dugaan terjadinya perbuatan melawan hukum," ujar Reza sapaan akrabnya.

"Untuk itu perlu juga ada perhatian peran serta pemerintah daerah dalam  pengawasan dan pembinaan. Untuk dinas pendidikan sendiri bagaimana perannya dalam penerapan kegiatan eskul renang dan Dinas PTSP. Apakah dalam memberikan izin sudah memenuhi standarisasi apa belum terhadap pengelolaan kolam renang tersebut," tegas Reza.

Dikatakan, usaha kolam renang tersebut apakah sudah mengacu pada dasar hukum Peraturan Mentri Pariwisata Republik Indonesia No 16 tahun 2015 tentang Standar Usaha Gelanggang Renang.

"Apabila usaha tersebut tidak mengacu dengan peraturan mentri Bab 5 pasal 17 meliputi berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha gelanggang renang, pembekuan atau pencabutan tanda daftar usaha pariwisata usaha gelanggang renang."

BACA: 

Tenggelam saat Ekstrakulikuler Sekolah, Siswa 11 Tahun Meninggal Dunia

Bocah Tenggelam saat Ekskul dan Meninggal, Praktisi Hukum Duga Ada Unsur Ini

(sol)

Komentar

Lampung Lainnya