Foto. Tersangka bersama Unit Reskrim Polsek Terusan Nunyai dan BB yang berhasil diamankan

JPNews  -   Unit reskrim Polsek Terusan Nunyai (Tenun)  kembali mengamankan pelaku jambret    yang cukup meresahkan di wilayah Terusan Nunyai.

S  (32) berhasil ditangkap dikediamanya di desa  Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai.
 setelah  sebelumnya   ada beberapa tersangka  kasus mulai dari kasus narkoba hingga curat yang berhasil diungkap jajaran Unit Reskrim Polsek Tenun.


Sementara itu, berdasarkan keterangan korban SI (33)  menuturkan, pada saat itu dirinya   bersama istrinya hendak melintasi   Jalisum tepatnya  di desa Gunung Batin Baru Kabupaten Lampungtengah untuk  menuju ke kediamanya menggunakan kendaraan R2, tiba - tiba   dirinya  di ikuti  pengendara  dan sontak langsung menarik paksa tas  dari istrinya.

" Saya hendak pulang  mas  ke tegineneng,  tapi waktu sampai gunung batin baru saya bersama istri di jambret  , tas istri saya dengan isi - isinya raib, ada Hp Oppo, identitas diri, sama  uang Rp250rb  " paparnya.

Kapolsek  Terusan Nunyai Iptu  Suhendra    mewakili  Kapolres Lampung  Tengah  AKBP  I Made  Rasma mengatakan,  Penangkapan pelaku  merupakan tindak lanjut dari laporan korban SI (33) warga desa  Sido Basuki Kelurahan Bumi Agung  Kecamatan Tegineneng Pesawaran yang pada saat itu mengalami penjambretan diwilayah hukum Kecamatan Tenun.

 Sambungnya, Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / 12-B/ I/2018/LPG/RES LT/SEK TENUN Tanggal 14 Januari 2018 tersebut  Tim Unit Reskrim Tenun  langsung sigap  merespon laporan tersebut, dan kemudian menyebar informasi guna mendapatkan  keberadaan pelaku,   alhasil dalam waktu 2 x 24 jam pelaku berhasil diamankan.

"   Alhamdulilah, berkat kekompakan serta kerja sama tim   unit reskrim, pelaku bisa kami tangkap dalam waktu  2  hari berdasarkan informasi dari warga "  jelasnya, Jum'at (17/1).

Lebih lanjut Suhendra   mengatakan, dari tangan  pelaku, polisi berhasil mengamankan  Barang Bukti (BB) satu unit R2 yang biasa digunankan pelaku dalam menjalankan aksinya.

Atas tindakanya tersebut, Kanit Reskrim Tenun Aipda Omri Manulang menambahkan, akan menjerat pelaku  dengan   Pasal   365 KUHP  dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

"Pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara" pungkasnya. (Tp/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya