Tiga terperiksa berikut bb yang menyeret SS dicopot dari jabatannya. Foto: Dok Satresnarkoba Tanah Karo

JPNews - Terindikasi terlibat peredaran narkotika jenis sabu, seorang oknum kapolsek Polres Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), SS dicopot. 

Keterlibatan oknum berpangkat Iptu tersebut diketahui berawal dari penangkapan yang dilakukan petugas Satres Narkoba Polres Tanah Karo. 

Semula petugas menangkap tiga terduga pengedar dan pemakai sabu di sektor yang SS kepalai pada akhir Desember lalu. 

Saat itu,  Kasat Narkoba, AKP Ras Maju Tarigan menyebut pihaknya mengamankan tiga orang, yakni Dedi K, Gemuruh B dan Jonatan T. di salah satu warung di wilayah Kecamatan Payung.

Dari ketiganya diamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 3,1 gram. Selain itu, diamankan juga dua buah alat hisap sabu atau bong, timbangan elektrik, serta uang tunai.

Usai penangkapan ketiganya, kasusnya dikembangkan. Salah satu dari tiga terperiksa akhirnya "bernyanyi". 

Ia menyebut asal muasal barang haram itu berasal dari salah satu oknum SS. SS pun diciduk. 

Demi penyelidikan dan penyidikan yang transparan serta independen, akhirnya kasusnya diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.

Pihak kepolisan dengan cepat mengambil tindakan. SS pun dicopot dari jabatannya.

Hal ini dibenarkan Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean, Jumat (10/1). 

Melalui sambungan jaringan selulernya, ia mengatakan bahwa SS sudah dicopot dari jabatannya. Posisinya pun telah ada penganti.

"Sudah ada TR dari Polda itu, " katanya. 

Lanjutnya, pihaknya tetap menunggu dan menghormati proses hukum melalui penyelidikan, penyidikan hingga putusan nantinya. 

"Intinya, saya rasa yang paling pertama dulu, diproses pidananya. Baru setelah terbukti melalui putusan yang sudah inkrah, tentunya pimpinan akan memproses secara kode etik yang nantinya bisa ke pemecatan," katanya. 

Wakapolres menyebut bahwa yang bersangkutan sudah diserahkan ke Ditres Narkoba Polda Sumut beserta barang bukti dan tersangka awal penangkapan. "Sudah kita serahkan,  kita tunggu proses selanjutnya," Jelas Waka. 

(rek/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya