JPNews -Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Lampung Timur menyoal rekrutmen anggota Panwascam oleh  Bawaslu setempat, yang  diduga tidak profesional dan sarat kepentingan politik

Ketua Mappilu  Lamtim, Eko Arif Yulianto, menyatakan, pihaknya menemukan bukti-bukti tentang indikasi ketidakprofesionalan kinerja Bawaslu setempat, pada  proses rekrutmen anggota Panwascam. "Itu, karena Bawaslu meloloskan pendaftar yang merupakan pengurus partai politik," kata Eko Arif, Kamis (9/1).

Pasalnya, beber Eko Arif, pada pengumuman hasil seleksi anggota panwascam terpilih, Nomor: 16/K.LA-04/HM.02.02/XII/2019, terdapat tiga nama anggota Panwascam terpilih, yang ternyata merupakan pengurus salah satu partai politik di tingkat kecamatan pada Kabupaten Lamtim. 

"Ketiganya, yakni anggota Panwascam Jabung, Pasir Sakti, dan Kecamatan Braja Selebah. Bahkan, kami memegang copy SK kepengurusan parpol tersebut," beber dia.

Ia meneruskan, atas temua dugaan pelanggaran tersebut, pihaknya mendesak Bawaslu Lampung, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP-RI) dapat menindak tegas, oknum Bawaslu Lamtim,  yang terindikasi melaksanakan tugasnya dengan tidak profesional, dan diduga sarat dengan keberpihakan pada salah satu partai politik. 

"Kami mendesak, Bawaslu Lampung dan DKPP-RI,  menindak tegas oknum-oknum Bawaslu Lamtim yang terlibat dalam persolan-persoalan ini”, tegasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Lamtim Uslih, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sempat menyatakan akan bersikap tegas, untuk menyikapi temuan tersebut. 

"Bawaslu  Lampung Timur, memang tidak melantik ke-3 orang Panwascam terpilih tersebut," kata Uslih.

(mue/dwi/JPN)

Komentar

Politik Lainnya