JPNews : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Ruhyat didampingi unsur pimpinan komisi 5 beserta anggota melakukan tinjauan lapangan ke Camp Penampungan BNPB di Kecamatan, Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (07/01).

Dalam kunjungan yang didampingi juga oleh unsur Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Jabar di lokasi bencana banjir itu, secara symbolis menyerahkan bantuan untuk disalurkan kepada korban terdampak. 

"Ucapan belasungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di awal tahun ini. Kami juga berterimakasih atas dukungan Pemprov Jabar yang bergerak cepat mendistribusikan bantuan dengan tepat sasaran," ujarnya kepada JPNews.

Menindak lanjuti musibah banjir di awal tahun baru 2020 ini, DPRD dalam rapat paripurna perdana pembukaan masa sidang 1 2020 pada tanggal 6 Januari 2020 kemarin, mengambil tindakan cepat dalam melakukan penanganan pasca banjir. Juga, mendorong agar pemprov Jabar segera mencairkan dana bencana.

"Berangkat dari rasa tanggung jawab itu, akhirnya bantuan langsung dapat didistribusikan. Karena, dalam bencana ini ada 90 lebih titik banjir yang ketinggiannya dari 1,5 meter hingga 6 meter," kata Ahmad Ruhyat.

Selain itu, ada 6 daerah dengan dampak banjir dan longsor yang ditetapkan sebagai  daerah tanggap darurat. Diantaranya, dua lokasi terparah ada di wilayah Kota Bekasi tepatnya wilayah Jatiasih dan Jati Sampurna. Dilanjut, rapat Banmus tanggal 6 kemarin juga ditetapkan agenda untuk 4 bulan kedepan.

"Alhamdulillah komisi 5 menetapkan tgl 7-8 tinjauan lapangan pasca banjir dan dilanjutkan tanggal 9-10 Januari akan dilakukan rapat konultasi dengan Kementrian Sosial dan BNPB," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar, Abdul Muiz menambahkan, dari hasil kunjungan tersebut sesuai temuan dan catatan lapangan ada beberapa agenda yang perlu segera digeber. Diantaranya, normalisasi sungai Cikeas dan Cilengsi, pengadaan dan penambahan stok perahu karet di setiap wilayah kecamatan, perbaikan tanggul yang jebol dan percepatan penyaluran dana bantuan dari Pemprov sebesar 2 Milyar untuk pengadaan logistik, obat-obatan dan kendaraan serta penyedotan genangan air dan pembersihan lumpur.

"Selain itu, pendataan rumah-rumah kategori rusak ringan, sedang dan berat akibat banjir, kerjasama dan koordinasosi lintas pihak baik pemerintah kokab, provinsi dan pusat untuk mengambil langkah-langkah strategis penanganan dan antisipasi banjir," tambahnya.

Hingga saat ini, di lokasi bencana juga terlihat Mobil tangki PMI yang membagikan air bersih untuk warga, aparat TNI dan warga serta Rt dan RW bahu membahu menangani permasalahan lumpur dan penyedotan genangan air dilingkungan perumahan. (Lan).

Komentar

Jabar Lainnya