Foto. Ilustrasi Kompas : Pelaku Penyiraman Terhadap Novel Baswedan

JPNews -   Setelah  2,5  tahun   tepatnya tanggal 17 April 2017, Dimana Kasus  teror penyerangan terhadap NovelBaswedan  tak kunjung terungkap, kini akhirnya pelaku dapat ditangkap.


Kepolisian RI ( Polri) telah menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK)   Novel Baswedan  pada  Kamis  malam (26/12) .


Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala   Bareskrim  Polri  Komjen Listyo Sigit Prabowo. 


"Tadi malam (Kamis malam), tim teknis bekerja sama dengan   Brimob, telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyerangan kepada saudara NB," kata Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12).


"Dua orang tersebut  berinsial RM dan RB. Mereka Polisi aktif," ucap Listyo Sigit Prabowo.


Diketahui, Novel  sendiri  mengalami musibah penyiraman air keras pada 11 April 2017 saat berjalan menuju kediamannya, setelah menunaikan ibadah shalat Subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Akibat penyiraman air keras tersebut, kedua mata Novel terluka parah.


Dia sempat menjalani operasi mata di Singapura.


Berbagai upaya telah dilakukan sebelumnya, namun polisi mengaku kesulitan menangkap pelaku atau dalang penyerangan terhadap   Novel Baswedan.


Polisi bahkan telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta pada tahun ini.


Namun, hingga masa kerja tim itu berakhir, pelaku saat itu tidak berhasil ditangkap.


Presiden Joko Widodo juga sempat memberi target ke Kapolri terdahulu, Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam tiga bulan.


Target itu diberikan Jokowi pada 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.


Namun hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, kasus Novel belum juga terungkap.


Jokowi justru mengangkat Tito Karnavian menjadi menteri dalam negeri.   (*Tp/JPN)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Komentar

Nasional Lainnya