TOP 0 Nusantara

Wakapolres Kompol Hasian Panggabean didampingi AKP Ras Maju Tarigan SH Kasat Narkoba Polres Tanah Karo saat konferensi pers, Senin (9/12). Foto: Rekro GT / JPNews

Sebulan Polisi Cokok 38 Orang

JPNews - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Karo, Sumatera Utara, berhasil menggagalkan peredaran narkotika diduga jaringan internasional. 

Satu dari dua orang pelaku berhasil dihadiahi timah panas karena berusaha melarikan diri menggunakan kenderaan roda empat jenis Suzuki Ertiga warna hitam dan menabrak kenderaan warga lainnya di seputaran pos Satlantas, Desa Doulu yang saat itu sedang melakukan razia, Minggu (8/12/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.

Senin (09/12) pukul 15.30 WIB, Polres tTanah Karo gelar konferensi pers terkait hasil tangkapan pelaku penyalahgunaan narkotika yang berhasil diamankan Satres narkoba kurun waktu sebulan. 

Di hadapan sejumlah  wartawan Kompol Hasian Panggabeaan didampingi AKP Ras Maju Tarigan, SH Kasat Narkoba  menyebutkan kronologis kejadian penembakan seorang tersangka narkoba yang sudah menjadi target operasi (TO) petugas. 

Melalui Satuan Narkoba Polres Tanah Karo mendapat informasi ada nya peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Informasi yang berharga itu langsung dikembangkan dengan berhasil meringkus satu pelaku berinisial IS dan HS dikawasan terminal bus Kaban Jahe, Tanah  Karo sekitar pukul 11.00 WIB.

"Keduanya warga Tanah Karo," katanya.

Dihelaskan, polisi terus mengembangkan dan berhasil meringkus pelaku lainnya sekitar pukul 14.00 WIB, yakni AJS di pekuburan umum Desa Doulu. 

"Polisi terus mengembangkan dan diketahui BB tersebut diperoleh dari pelaku BSP (29) warga Jl Bayangkara, Kel. Kampung Dalam, Kaban Jahe serta RSB (32) warga Desa Ketaren, Gg Saudara, Kaban Jahe yang menurut polisi juga diduga sedang mengedarkan narkotika diduga jenis sabu-sabu. Polisi pun terus memburu nya dan saat melintas di Jl Jamin Ginting tepatnya 100 meter dari simpang Doulu, polisi pun berselisih jalan dengan kedua pelaku BSP dan RSB tersebut yang saat itu mengendarai mobil jenis Suzuki Ertiga," ungkap Ras Maju.

Lankut Ras Maju, dalam upaya meringkus keduanya, polisi sempat menghadang laju kenderaan yang dikemudikan BSP. 

Walau berhasil diringkus dengan melepaskan timah panas, kejadian tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. 

Dimana pelaku sempat berupaya menerobos blokade yang dibuat pos lantas Doulu dengan sejumlah kenderaan. Mobil yang dikemudikan BSP sempat menghantam satu kenderaan milik warga dan nyaris menabrak sejumlah polisi yang ikut membantu penangkapan terduga tersangka.

"Karena tersangka tidak mengindahkan tembakan peringatan, petugas terpaksa menembak tepat ke arah tersangka agar laju kenderaan yang di kemudikan tersangka dapat terhenti, demi meminimalisir korban warga lainnya. Setelah kedua pelaku tersangka pengedar narkoba berhasil kita lumpuhkan, pelaku BSP kita angkut ke Rumah Sakit Umun Kaban Jahe, namun pelaku keburu meninggal dunia di rumah sakit," urai kasat

Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean dalam pres rilisnya, Senin (9/12), membenarkan telah meringkus para pelaku narkotika jaringan internasional tersebut dengan satu pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas tersebut. 

"Benar kita lumpuhkan satu pelaku berinisial BSP yang berupaya menerobos blokade kita yang dibantu unit lalulintas Polres Karo. Petugas beberapa kali melepaskan tembakan peringatkan namun tidak diindahkan tersangja BSP tersebut. Kita lakukan tindakan terukur dan mengenai bagian kepala belakang bagian kiri," jelas Wakapolres

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka BSP ditemukan barang bukti dua paket plastik bening less merah narkotika diduga jenis sabu yang dibungkus dengan lakban hitam dengan berat bruto 14,20 gram, uang tunai sebesar Rp16 juta, satu unit Hand Phone merk Realme warna biru, satu unit Hand Phone merk samsung warna hitam.

"Dan tersangka ini merupakan target kita serta merupakan resedivis dan baru 4 bulan bebas dalam kasus yang sama. Kita nyatakan pelaku ini diduga jaringan internasional, kita periksa dari hasil riwayat chating dari HP-nya. Dan dari pemeriksaan HP pelaku, berasal dari negara tetangga, Malaysia, dengan seorang wanita yang kita duga wanitanya BSP yang statusnya belum kita ketahui. Dari percakapan tersebut mengarah pada percakapan tentang narkoba," tegas Ras Maju Tarigan.

"Kita yang juga berhasil mengamankan pelaku RSB yang saat itu berada di dalam mobil tersebut. Kita berhasil mengamankan BB dari rumah nya di Jl Jamin Ginting Desa Ketaren, Gg Saudara, Kecamatan Kaban Jahe satu paket diduga sabu-sabu dengan berat lebih kurang 5 gram. Dan para pelaku kita amankan ke Polres  untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Sedangkan pelaku yang meninggal rencananya diserahkan ke pihak keluarganya."

"Dan ini juga berkat kooperatif satu pelaku lagi, berinisial AS (23) warga Kecamatan Tiga Nderket, Karo yang sebelumnya juga kita amankan terlebih dahulu, dan dari pelaku ini kita amankan BB satu unit hp yang kita duga sebagai alat komunikasi antara masing-masing pelaku. Para pelaku ini kita duga saling bekerja sama dalam mengedarkan narkoba di wilayah hukum Polres Karo dan Medan dari pemeriksaan HP mereka," ungkapnya.

"Dalam Satu bulan terakhir,  pihak Polres Tanah Karo sudah berhasil meringkus 38 pelaku narkoba, dengan 24 laporan serta BB yang sudah kita amankan sebanyak 144.59 gram shabu serta 9.324.70 gram ganja serta enam pelaku sudah terkena timah panas, Satu diantaranya tersangka yang juga resedivis bandar narkoba meninggal dunia," ungkap Hasian.

(rek/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya