TOP 0 Daerah

Kadis PPA Lampung Utara Dr. Maya Natalia Manan

JPNews - Setiap warga Negara berhak mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan sesuai dengan falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

Demikian ditandaska Kadis PPA Lampung Utara Dr. Maya Natalia Manan, Kamis (5/12).

Dikatakan, segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapuskan.

Menurutnya, sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan anak dimana pelakunya adalah suami, ini kadang memicu terjadinya perceraian.

Diteruskan, perceraian juga terjadi akibat KDRT pada pasangan usia dini /muda, selain itu juga dari faktor ekonomi.

"Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Lampung Utara, telah berupaya melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan untuk pencegahan terjadinya KDRT, yang bertujuan melakukan upaya pencegahan sebelum terjadi kepada pasangan suami istri dikhusukan pasangan muda," ujar Kadis PPA Lampung Utara Dr. Maya Natalia Manan.

Maya menerangkan, angka perceraian di Lampung Utara meningkat pada tahun 2019 salah satu faktornya adalah KDRT dan faktor ekonomi, sayangnya angka perceraian banyak didominasi pasangan muda yang umurnya dibawah 30 tahun.

Selanjutnya menurut Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Lampung Utara Dr. Maya Natalia Manan, M.Kes, pihak telah melakukan sosialisasi KDRT disetiap Kecamatan, pungsinya adalah pencegahan terjadinya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang akan mengakibatkan perceraian.

"Kami telah sosialisasikan kesetiap kecamatan, tujuan kami pungsinya hanya pencegahan sebelum terjadinya perceraian," terang kadis Maya.

Menurut Maya kedepan pihaknya akan terus Sosialisasi kebawah dan akan selalu melakukan koordinasi kepada Pengadilan Agama Kotabumi untuk berupaya menekan angka perceraian yang terus naik setiap tahunnya.

(sol)

Komentar

Daerah Lainnya