Bupati Parosil Mabsus didampingi Kadis DPMP Yuda Setiawan saat diwawancarai wartawan terkait pemekaran pekon, di Rumdis Bupati, Senin (2/12). Foto: M Sentosa / JPNews

JPNews - Setidaknya, Lima Pekon (Desa) di lima kecamatan di Lampung Barat (Lambar) mengajukan pemekaran.

Lima pekon tersebut yakni Pekon Way Petai Kecamatam Sumberjaya, Pekon Kota Besi Kecamatan Batu Brak, Pekon Bandaragung Kecamatan Bandar Negeri Suoh, dan Pekon Tanjung Raya Kecamatan Sukau.

Sementara, satu pekon lagi, Pekon Padang Cahya, Balik Bukit kini tengah bersiap untuk hal serupa.

Bupati Parosil Mabsus memastikan merespon keinginan beberapa pakon yang mengajukan pemekaran. 

"Saya berkeiginan, harapan masyarakat segera didukung, untuk memperpendek rentang kendali pembangunan," katanya, saat dikonfirmasi wartawan di rumah dinasnya, Senin (2/12) sore.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar, Yuda setiawan, membenarkan sejumlah pekon mengajukan pemekaran.

"Pekon Padang Cahya informasinya sudah masuk," ujar 

Dikatakan, pemekaran pekon merupakan suatu bentuk pengembangan wilayah dengan cara membentuk pekon baru dari pekon yang telah ada, tahun depan mulai memverifikasi kelengkapan administrasinya.

"Jika duhulu dalam proses pemekaran pekon hanya cukup dengan Peraturan Daerah (Perda) saja jelas Yuda, namun sekarang harus ada SK Gubernur dan persetujuan Kemendagri, dan setelah ditetapkan mekar, Pekon menjadi pekon persiapan selama tiga 3 tahun," katanya.

"Jadi dalam tiga tahun persiapan tersebut,  biaya yang menjadi beban pekon persiapan ditanggung oleh pekon induk mulai dari gaji aparat sampai ke pembangunannya, setelah tiga tahun baru bisa menjadi pekon definitif," jelas Yuda.

Disebutkan, syarat untuk jumlah penduduk, Yuda menerangkan untuk persyaratan minimal, yakni sebanyak 800 KK bagi pekon induk dan pekon pemekaran, data itupun harus data yang terdaftar di Disdukcapil setempat.

"Ada kemungkinan penambahan pengajuan pemekaran, karena memang tidak ada batasan, makanya di tahun 2020 mendatang baru kita garap administrasinya, sehingga untuk  tahun 2021 sudah kita anggarkan untuk proses pemekarannya," tandas Yuda. 

(mst/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya