TOP 0 Jabar



JPNews - Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap jaringan pengoplos gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke non subsidi beromzet puluhan juta di wilayah Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Dua pelaku berhasil diringkus yakni DD (50), dan R (33).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengatakan, para pelaku sudah menjalankan aksinya sudah berjalan selama kurang lebih dari dua tahun. Mereka beraksi dengan cara memindahkan isi gas subsidi 3 kilogram ke tabung 12 dan 50 kilogram.

"Praktik kecurangan pengoplos tabung gas ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, D adalah sebagai pemilik perusahaan sedangkan R merupakan karyawannya," beber Wisnu saat konferensi pers di halaman Mako Polres Sukabumi Kota, Senin (2/12).

Lanjutnya, modus operandi yang dilakukan tersangka, mereka memindahkan isi gas 3 kilogram ke tabung 12 atau 50 kilogram, kemudian dipasang segel. Kemudian, usai selesai memasang segel untuk selanjutnya dijual dengan harga Rp 129 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Tabung gas tersebut dijual secara ecer atau dijual secara pesanan. Mereka ini harga berani bersaing dipasaran," terang Wisnu.

Dari pengakuan tersangka, untuk mendapatkan tabung gas 3 kilogram, pelaku sendiri membeli gas subsidi tersebut dengan menyambangi toko-toko sekitar atau dari warung-warung yang ada di wilayah Sukabumi secara eceran dengan harga Rp 19 ribu.

"Untuk mengoplos tabung gas subsidi ke tabung gas ukuran 12 kilogram sendiri, butuh sekitar 4 tabung gas 3 kilogram. Sedangkan untuk tabung gas 50 kilogram, sebanyak 15 tabung gas 3 kilogram. Sementara pelaku mengedarkan gas oplosan rata-rata di wilayah Sukabumi dan sekitarnya," ungkapnya.

Wisnu menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, tersangka mengunakan sebuah CV sub agen gas elpiji. Namun dari hasil pemeriksaan, perusahaanya tidak resmi.

"Perusahaannya tidak resmi, dimana dia membentuk CV tapi belum mendaftarkan CV-nya, tetapi di stempel bonya dicantumkan nama CV tersebut," ungkapnya.

"Disamping itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya regulator, selang, serta 129 tabung gas 3 kilogram, 100 tabung 12 kilogram," tambahnya.

Kedua tersangka dijerat dengan UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 6 milyar. Selain itu, tersangka dijerat UU perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun atau denda pidana paling banyak Rp 2 milyar.(drw)

Komentar

Jabar Lainnya